BNI Salurkan Rp 10 T Bansos Pemerintah Ringankan Dampak Covid-19

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), Jakarta.

    Gedung PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), Jakarta.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyalurkan bantuan sosial (bansos)  pemerintah senilai Rp 10 triliun selama periode Januari-April 2020 untuk meringankan beban masyarakat dari dampak Covid-19.

    "Saat menyalurkan bantuan sosial tersebut, kami selalu menerapkan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19," kata Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto di Jakarta, Minggu, 10 Mei 2020.

    Ia merinci bansos tersebut terdiri dari Program Keluarga Harapan (PKH) senilai Rp 5,4 triliun kepada 3,9 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di 411 kabupaten dan kota di Indonesia.

    Selain itu, bantuan pangan nontunai (BPNT) kepada 6,4 juta KPM atau senilai Rp 4,6 triliun di 123 kabupaten dan kota di Tanah Air.

    Meski dalam situasi pandemi, lanjut dia, bukan berarti penyaluran bansos ikut terhenti. Bansos tetap disalurkan karena wabah itu sudah menekan perekonomian yang berimbas khususnya kepada masyarakat ekonomi kecil.

    Sebagai mitra perbankan digital dalam penyaluran bansos, kata dia, bank BUMN ini sejak 2016 bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyalurkan dana bansos termasuk dalam situasi pandemi virus corona jenis baru saat ini.

    Tahun 2016, BNI menyalurkan dana PKH kepada satu juta KPM sebesar Rp 313 miliar, kemudian pada 2017 kepada 2,7 juta KPM senilai Rp 5 triliun, selanjutnya tahun 2018 kepada 3,7 juta KPM sebesar Rp 7,1 triliun, dan pada 2019 kepada 4,1 juta KPM senilai Rp 12,4 triliun.

    Sedangkan untuk BPNT sepanjang 2017, BNI menyalurkannya kepada 717 ribu KPM Rp 948 miliar, kemudian 2018 senilai Rp 8,4 triliun kepada 6,3 juta KPM, dan pada 2019 menyentuh 6,9 juta KPM sebesar Rp 9,1 triliun.

    Dalam penyalurannya, bank pelat merah ini mengenalkan kemudahan menggunakan teknologi perbankan untuk menajamkan penyaluran bansos PKH agar bisa dilakukan secara nontunai.

    Tujuannya agar dana yang disalurkan tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu hingga tepat administrasi dengan menghadirkan kartu combo yang berfungsi sebagai tabungan dan sekaligus sebagai dompet atau kartu keluarga sejahtera (KKS).

    Untuk mempermudah transaksi, pihaknya menginisiasi digitalisasi warong elektronik menjadi agen bank atau Agen46 dengan penempatan mesin transaksi elektronik (EDC).

    Dengan begitu, program ini menjadi akurat karena secara teknologi mengharuskan KPM membelanjakan dana bansos hanya untuk pembelian sembako, bukan rokok atau pulsa telepon seluler.

    Selain itu, dengan sistem elektronik tersebut diharapkan literasi keuangan semakin meningkat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.