Sido Muncul Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Perlambatan Ekonomi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Produk-produk Sido Muncul. sidomuncul.com

    Produk-produk Sido Muncul. sidomuncul.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk David Hidayat mengatakan perseroan segera menaikkan produksi produk yang diminati masyarakat sebagai langkah strategi mengatasi perlambatan ekonomi pada kuartal kedua tahun ini.

    “Pada kuartal kedua tahun 2020 ini, kami akan memfokuskan pada pemenuhan permintaan produk-produk yang diminati konsumen selama masa pandemi Covid-19, yaitu produk herbal seperti Tolak Angin Cair, Vitamin C-1000 , berbagai macam suplemen dalam bentuk kapsul dan soft gel, minuman herbal Jahe Wangi, Kunyit Asam, Beras Kencur, Sido Susu dan Kopi Jahe,” kata David kepada Bisnis, Jumat, 8 Mei 2020.

    Dia mengatakan selama masa awal penyebaran Covid-19 atau virus corona di Indonesia, penjualan Sido Muncul masih tergolong normal dan bahkan meningkat. Oleh sebab itu, perseroan menginisiasikan penambahan produk dan atau varian baru dalam lini bisnis jamu dan farmasinya.

    Pada bulan lalu, emiten berkode saham SIDO tersebut mengumumkan peluncuran produk baru dengan jenama (jenis nama/merek) Esemag yang diklaim sangat efektif melindungi pencernaan (maag) dan baik dikonsumsi selama bulan puasa.

    “Mungkin ini yang mesti diantisipasi, pergeseran permintaan atau preferensi konsumen beralih ke produk untuk kesehatan, hal ini kami rasakan dan kami antisipasi untuk pemenuhan produk-produk tersebut,” kata David.

    Untuk penjualan lokal, perubahan strategi preferensi produk sudah dijalankan sehingga harapannya, pertumbuhan penjualan domestik pada kuartal ini tetap terjaga.

    Untuk penjualan ekspor, produsen Tolak Angin tersebut mengatakan pengiriman barang telah terhenti sejak awal Maret lalu akibat pemberlakuan lockdown di beberapa negara tujuan ekspor.

    Seperti dikutip dari laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2020 yang diunggah perseroan di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sido Muncul membukukan kenaikan laba 10,85 persen menjadi Rp 231,53 miliar pada triwulan pertama tahun ini.

    Dari sisi penjualan, perseroan juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp 730,72 miliar, naik 2,39 persen dibandingkan dengan kuartal I 2019 sebesar Rp 713,68 miliar.

    Adapun, segmen jamu dan suplemen menjadi penopang pendapatan perseroan yakni 68,45 persen, disusul oleh segmen makanan dan minuman sebesar 27,06 persen, serta segmen farmasi yang hanya berkontribusi sebesar 4,49 persen dari total omzet.

    Sebelumnya, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat terutama terjadi pada triwulan II dan triwulan III 2020 sejalan dengan prospek kontraksi ekonomi global dan juga dampak ekonomi dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.