Triwulan I 2020, CIMB Niaga Catat Laba Bersih Rp 1,1 Triliun

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CIMB Niaga Bintaro. Istimewa

    CIMB Niaga Bintaro. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk.  mencatatkan laba bersih senilai Rp 1,1 triliun sepanjang triwulan I 2020. Capaian tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 11,8 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan mengatakan, pertumbuhan laba bersih yang positif itu didukung oleh pendapatan non bunga atau non-Interest Income (NoII) sebesar 11,5 persen secara year-on-year (yoy). Selain itu juga berkat adanya  penurunan biaya operasional sebesar 2,7 persen pada periode yang sama.

    “Di tengah kondisi yang menantang akibat pandemi COVID-19, kami berhasil meraih pertumbuhan laba bersih dua digit untuk kuartal I 2020," ujarnya melalui keterangan tertulis diterima Tempo, Ahad 10 Mei 2020.

    Adapun total aset perseroan hingga 31 Maret 2020 tercatat Rp 274,5 triliun. Hal itu membuat CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset.

    Kemudian pada dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dikumpulkan perseroan mencapai Rp 202,6 triliun dengan rasio dana murah mencapai 60,1 persen dari keseluruhan DPK.  Untuk tabungan, Bank Niaga mengalami pertumbuhan sebesar 20,3 persen secara tahunan. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mengembangkan layanan digital serta meningkatkan customer experience.

    Lalu untuk jumlah kredit yang disalurkan perseroan di akhir kuartal I 2020 tumbuh 3,3 persen dari periode yang sama 2019 menjadi Rp194,3 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari bisnis consumer banking.

    “Kami dapat mempertahankan kepemimpinan yang kuat dalam segmen KPR yang meningkat 11,6 persen (yoy) sementara Kartu Kredit yang tumbuh sebesar 8,9 persen (yoy) sebagai hasil dari pengembangan bisnis akuisisi merchant yang kami lakukan,” kata Tigor.

    Kemudian dari segmen perbankan syariah hingga 31 Maret 2020, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga menyalurkan pembiayaan Rp 34,5 triliun atau tumbuh 23,0 persen  secara tahunan, dan DPK sebesar Rp 30,3 triliun.


    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.