PSBB, Kemenhub Tingkatkan Pengawasan Speedboat di Tarakan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses evakuasi Speedboat Reguler SB Rejeki Baru Kharisma yang terbalik dalam perjalanan Tarakan menuju Tanjung Selor, Kalimantan Utara, 25 Juli 2017. Dok. Basarnas Balikpapan

    Proses evakuasi Speedboat Reguler SB Rejeki Baru Kharisma yang terbalik dalam perjalanan Tarakan menuju Tanjung Selor, Kalimantan Utara, 25 Juli 2017. Dok. Basarnas Balikpapan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan Kementerian Perhubungan akan meningkatkan pengawasan operasional speedboat di Tarakan. Kemenhub bahkan siap menindak operator yang nekat mengangkut penumpang di masa pandemi Covid-19.

    "Selain speedboat reguler, kami juga telah menyampaikan kepada para pemilik dan ketua asosiasi speedboat non reguler untuk berhenti beroperasi sementara dan tidak mengangkut penumpang karena bisa saja ada penumpang yang terjangkit Covid-19," kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Syaharuddin dalam keterangan tertulis, Ahad, 10 Mei 2020.

    Hal itu dilakukan menyusul telah diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tarakan. Sehingga, speedboat penumpang reguler sudah tidak beroperasi sejak 26 April 2020 sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

    Menurutnya, apabila pengangkutan orang dengan speedboat terus berlangsung maka upaya pemutusan tali rantai penyebaran virus corona yang dilakukan Pemkot Tarakan tidak akan berhasil. Dia telah melakukan peneguran ke beberapa pengusaha (juragan) speedboat dengan membuat pernyataan serta pendekatan secara persuasif.

    "Namun apabila teguran ini tidak diindahkan dan mereka masih mengulangi perbuatannya maka kami tidak segan-segan akan memberikan sanksi tegas hingga ke pidana yang menjadi kewenangan KSOP," ujar Syaharuddin.

    Beberapa pemilik speedboat yang didapati melanggar sudah ditegur dan diberikan peringatan agar tidak mengulangi lagi serta tidak membawa penumpang keluar masuk Tarakan.

    Syaharuddin juga telah berkordinasi dengan petugas Satgas Covid-19 Kota Tarakan untuk melakukan karantina terhadap juragan karena bisa saja yang terindikasi terjangkit virus COVID-19. Lebih lanjut Syaharuddin minta kepada seluruh pihak dapat bekerjasama dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya memutus rantai Covid-19 khususnya di Tarakan karena ini demi keselamatan bersama.

    "Mari kita sama-sama bekerja sama, saling dukung, saling mengingatkan satu sama lain dan juga berdoa semoga wabah ini cepat selesai dan kita dapat beraktivitas seperti biasanya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.