Sejumlah Negara Longgarkan Lockdown, IHSG Bakal Terkerek?

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas medis berdiri di jalanan saat mencoba menghentikan pengunjuk rasa yang menolak pemberlakuan lockdown di Denver, Colorado, 19 April  2020. Amerika Serikat sejauh ini memiliki jumlah kasus koronavirus terkonfirmasi terbesar di dunia. REUTERS/Alyson McClara

    Seorang petugas medis berdiri di jalanan saat mencoba menghentikan pengunjuk rasa yang menolak pemberlakuan lockdown di Denver, Colorado, 19 April 2020. Amerika Serikat sejauh ini memiliki jumlah kasus koronavirus terkonfirmasi terbesar di dunia. REUTERS/Alyson McClara

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelonggaran lockdown di sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat diharapkan dapat menjadi sentimen positif yang mengerek laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan. Selain itu, meredanya perang dagang juga diperkirakan akan menjadi katalis positif di bursa saham.

    Direktur Anugrah Mega Investama Hans Kwee memprediksi,  pelonggaran lockdown di sejumlah negara menjadi sentimen positif pada perdagangan pekan lalu dan pekan depan. Dia memproyeksikan IHSG akan konsolidasi menguat dengan supportdi level 4.523 sampai 4.463. Adapun, resistancediperkirakan akan berada di level 4.726 hingga 4.747.

    Menurut dia, pelonggaran lockdown membuat investor berspekulasi bahwa ekonomi akan kembali normal dalam waktu dekat. Menurutnya, harga saham telah naik secara agresif dari posisi terendah pada Maret 2020. “Di pasar modal terbentuk kurva pemulihan berbentuk V, tetapi akan sulit terjadi pada sektor riil,” kata Hans dalam riset yang dipaparkannya, Sabtu 9 Mei 2020 malam.

    Pada akhir perdagangan pekan lalu IHSG parkir di zona merah dengan koreksi 0,25 persen ke level 4.597,430. Investor asing memberodong pasar modal dalam negeri dengan aksi jual dengan catatan net sell Rp812,53 miliar.

    Secara kumulatif, dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat menguat 0,66 persen. Akan tetapi, laju indeks telah terkoreksi 27,02 persen secara year to date(ytd).

    Seperti diketahui, pemerintah New York, Amerika Serikat (AS), telah berencana untuk mengurangi pembatasan terhadap produsen, konstruksi, dan pengecer pada pekan depan. Pelonggaran lockdown juga dilakukan oleh Jerman. Rencananya, Inggris akan menempuh langkah serupa pada, Senin besok.

    “Mencermati data yang ada dan pelonggaran lockdown oleh negara Kawasan Eropa menunjukkan terkendalinya penambahan jumlah kasus baru. Ini menjadi sentimen positif di pasar modal pada pekan depan, tetapi akan menjadi negatif bila terjadi peningkatan yang signifikan dan terjadi mekanisme emergency brake,” analisis Hans.

    Sementara itu, Hans mengatakan awal pekan lalu pasar sempat dikejutkan dengan potensi perang dagang jilid 2 antara AS dan Cina. Namun, tensi mereda setelah dilakukan pembicaraan via telepon pejabat kedua negara dan menjadi sentimen positif untuk pekan depan.

    “Optimisme pelongaran lockdowndi Kawasan Eropa dan AS serta harapan meredanya ketegangan perang dagang Cina dan AS menjadi sentimen positif pasar pekan depan,” jelas Hans.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.