Kemenparekraf Gelar Agenda Internasional Mulai 2021

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sektor pariwisata sangat terdampak pandemi virus corona. Terutama ancaman bagi pekerja informal sektor pariwisata. Dok. Kemenparekraf

    Sektor pariwisata sangat terdampak pandemi virus corona. Terutama ancaman bagi pekerja informal sektor pariwisata. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Kemenparekraf memproyeksikan agenda besar berskala internasional di Indonesia akan digelar pada 2021. Saat itu, pandemi virus corona diperkirakan sudah berakhir.

    Berkaitan dengan rencana tersebut, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf Rizki Handayani Mustafa meminta para promotor event mulai menyusun standar operasional prosedur (SOP) khusus. SOP ini penting untuk mengantisipasi permintaan penyelenggaraan acara dalam kondisi new normal pasca-pandemi.

    “Memasuki masa new normal, SOP baru dalam dunia event harus dirumuskan dan diterapkan, khususnya hal tentang kesehatan dan higienitas,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 9 Mei 2002.

    Rizki mencontohkan Singapura yang akan menerapkan SOP baru dalam hal penyelenggaraan event. Salah satunya dengan mengurangi jumlah pengunjung sebanyak 50 persen dari total kapasitas venue.

    Negara itu, kata dia, juga memberlakukan kampanye SG Clean untuk menjaga kebersihan destinasi wisata dan tempat umumnya. "Tidak ada salahnya bila kita mengadopsi dan mengadaptasi apa yang dilakukan Singapura dalam menjalankan SOP dengan baik,” ujarnya.

    Untuk merundingkan rencana pembuatan SOP tersebut, dia memastikan telah menggelar rapat virtual dengan sejumlah promotor baru-baru ini. Pertemuan daring itu dihadiri oleh pihak dari Berlian Entertainment, MCP, Rajawali Indonesia, Nada Promotama, PK Entertainment, Java Bass, Brightspot,Jakarta Fashion Week, dan Sveda.

    Adapun pada 2021 nanti, ia berharap agar para promotor dapat mendatangkan event internasional dan mempromosikan event di dalam negeri untuk menarik wisatawan mancanegara berkunjung. Agar jalannya agenda tidak berbenturan, Rizki melanjutkan, promotor didorong untuk membuat peta agenda 2021-2024 di Indonesia. "Diharapkan market event tersebut adalah pasar internasional atau paling tidak Asia Tenggara," katanya.

    Ia berharap pada kuartal IV nanti, kampanye terkait dengan kesiapan industri event menghadapi new normal sudah dapat dimulai. "Sehingga masyarakat tertarik,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.