Bangun di Lahan Konservasi Kena Pajak Tinggi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan mengenakan pajak tinggi kepada pengembang yang membangun di kawasan hijau atau konservasi. "Pengenaan pajak tinggi disesuaikan dengan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk mengatasi dampak akibat pemanfaatan ruang,” ujar Deputi Bidang Tata Lingkungan kementrian Lingkungan Hidup Hermin Rosita, Jumat (5/9).   

    Kebijakan itu, kata dia, akan dilakukan sebagai instrumen pembatasan penyediaan infrastruktur penggunaan ruang di kawasan konservasi dan resapan air. “Besarannya masih dalam kajian,” katanya. Menurut Hermin, pengenaan pajak lingkungan akan dimasukkan sebagai pajak dan retribusi daerah. Selain disinsentif, pemerintah akan memberikan insentif kepada pengembang yang tidak menggunakan lahan konservasi dan serapan air untuk infrastruktur. Bentuknya, berupa keringanan pajak, subsidi silang atau imbalan sewa ruang.

     

    Deputi Menteri Kordinator Perekonomian Bidang Infrastruktur Bambang Susantono mengatakan, pemerintah daerah harus menyesuiakan perencanaan tata ruang dengan Undang-Undang No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang dan wilayah.

    GUNANTO ES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.