Corona, PT INKA Jadwal Ulang Pengiriman Kereta ke Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Noviantoro, Direktur Utama PT. INKA (Persero) memaparkan kesiapan perseroan memasuki pasar ekspor kereta api. Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan kontrak pembangunan 350 unit kereta pesanan Bangladesh. Selain itu setidaknya INKA juga sedang menyelesaikan proyek pesanan dari negara Filifina. TEMPO/Parliza Hendrawan

    Budi Noviantoro, Direktur Utama PT. INKA (Persero) memaparkan kesiapan perseroan memasuki pasar ekspor kereta api. Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan kontrak pembangunan 350 unit kereta pesanan Bangladesh. Selain itu setidaknya INKA juga sedang menyelesaikan proyek pesanan dari negara Filifina. TEMPO/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) mengatur ulang jadwal pengiriman kereta pesanan Konsumen di dalam maupun luar negeri. Hal ini karena pandemi virus Corona adau Covid-19 yang mengakibatkan impor komponen utama terhambat.

    “Pergeseran jadwal kami dikarenakan beberapa komponen utama yang diimpor ada kendala akibat pandemi Covid-19 di negara asal,” kata Senior Manager Humas, Sekretariat dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan  PT INKA (Persero) Inggit Wahyu Presetio kepada Tempo, Kamis, 7 Mei 2020.

    Komponen utama kereta api yang diimpor itu seperti sistem pengeraman dari Jepang dan Jerman. Selain itu sistem propulsi atau pengerak diambil dari Cina. “Juga driven wheel yang memang belum ada subsitusinya di dalam negeri sehingga masih tergantung dari partner kami di luar negeri,” Inggit menjelaskan.

    Adapun pengiriman yang diatur ulang, seperti proyek 200 MG (Meter Gauge) batch-8 sebanyak 22 kereta pesanan Bangladesh yang mundur dari jadwal. Sebelumnya direncanakan pada Mei ini, namun molor hingga awal Juni mendatang. Hal itu juga dipengaruhi perkembangan dari pandemik Covid-19 hingga beberapa hari ke depan.  

    Sedangkan untuk pengiriman tiga trainset kereta penumpang pesanan Filipina yang terdiri dari satu lokomotif diesel hidrolik dan 5 passsenger coach direncanakan pada Juni mendatang. Selain itu, dua trainset berikutnya akan dikirim pada Juli mendatang.  

    Selain itu, proyek dalam negeri yang tengah digarap untuk 16 trainset Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) untuk Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo. Hingga kini, pihak PT INKA dan anak perusahaannya masih mengerjakan proyek tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.