Warga yang Kunjungi Indogrosir Sleman Diminta Tes Corona Massal

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Swalayan Indogrosir di Jalan Magelang Kecamatan Mlati, Sleman ditutup sementara karena adanya dugaan karyawan yang terpapar COVID-19. (ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto)

    Swalayan Indogrosir di Jalan Magelang Kecamatan Mlati, Sleman ditutup sementara karena adanya dugaan karyawan yang terpapar COVID-19. (ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman mendorong pengunjung yang sempat mendatangi supermarket Indogrosir untuk mengikuti tes corona massal. Pemeriksaan massal ini perlu dilakukan menyusul ditemukannya kasus karyawan Indogrosir Sleman yang positif Covid-19.

    Pusat kulakan terbesar di Sleman itu sendiri sudah ditutup sejak 5 Mei 2020 lalu dan seluruh karyawannya mengikuti rapid test dengan hasil 57 orang reaktif.  "Pemerintah Kabupaten Sleman akan melakukan RDT (rapid test) massal untuk pengunjung Indogrosir yang mendatangi supermarket itu pada tanggal 25 April - 4 Mei 2020," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, Rabu petang 6 Mei 2020.

    Shavitri mengungkapkan, tes corona cepat khusus untuk pengunjung Indogrosir Sleman itu akan dilaksanakan pada tanggal 12-14 Mei 2020 di GOR Pangukan. "Kami sedang membuat protokol penyeleksian peserta RDT massal melalui aplikasi. Peserta tes mendaftar menggunakan aplikasi tersebut," ujar Shavitri.

    Adapun kuota RDT di GOR Pangukan Sleman adalah 1.500 RDT yang akan dibagi dalam layanan selama tiga hari berturut-turut.

    Kasus Covid-19 di Indogrosir Sleman itu bermula dari temuan kasus pasien dengan kode 79 yang sempat pingsan di supermarket itu pada 18 April 2020. Pasien yang merupakan karyawan Indogrosir itu pada 24 April dinyatakan positif Covid-19. Sampai saat ini, karyawan itu masih dirawat di ruang isolasi RS Hardjolukito Sleman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.