Erick Thohir: PT Biofarma Akan Produksi 50 Ribu PCR Bulan Ini

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir saat melihat uji coba alat ventilator milik Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Kamis, 16 April 2020. Erick Thohir berharap wabah COVID-19 ini menjadi titik balik bagi Indonesia untuk menghasilkan produk kesehatan dalam negeri khususnya ventilator guna menunjang fasilitas Rumah Sakit yang ada di Indonesia. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir saat melihat uji coba alat ventilator milik Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Kamis, 16 April 2020. Erick Thohir berharap wabah COVID-19 ini menjadi titik balik bagi Indonesia untuk menghasilkan produk kesehatan dalam negeri khususnya ventilator guna menunjang fasilitas Rumah Sakit yang ada di Indonesia. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, dalam waktu dekat, PT Biofarma akan memproduksi 50 ribu alat tes corona. Adapun alat tes yang diproduksi tersebut adalah berjenis Polymerase Chain Reaction (PCR).

    "Biofarma berencana untuk memproduksi 50 ribu alat diagnostik PCR pada minggu kedua bulan Mei," kata Erick Thohir melalui pernyataan tertulis, Rabu 6 Mei 2020.

    Sementara itu, Kementerian BUMN  telah mendatangkan 19 mesin PCR untuk memproses ribuan hasil tes corona per jamnya. Alat ini telah digunakan di rumah sakit BUMN maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

    Selain PT Biofarma, sejumlah anak usaha BUMN juga telah  terjun langsung dalam merawat pasien Covid-19. Erick Thohir mengungkapkan, BUMN telah mengalokasikan 75 rumah sakitnya untuk merawat pasien Covid-19.

    Pihaknya juga akan bekerja keras untuk menghasilkan peralatan medis yang sangat dibutuhkan untuk perawatan pasien dan perlindungan petugas kesehatan. Salah satu contohnya, BUMN PT LEN Industri (Persero) dan PT DI yang di bawah supervisi Kementerian Pertahanan dan BUMN bekerja bersama Universitas Negeri untuk memproduksi ventilator.

    BUMN pun ikut terlibat dalam pengembangan vaksin anti-Covid-19. "Selain rumah sakit dan peralatan medis, kami juga sedang berupaya untuk pengembangan vaksin. Perusahaan farmasi kami beserta dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), sektor swasta, lembaga pemerintah lainnya dan lembaga internasional sedang dalam proses mengembangkan vaksin. Kami berupaya sekuat tenaga untuk melawan Covid-19 ini," kata Erick Thohir.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.