Angkutan Penumpang Dibuka, PT KAI Belum Siapkan Penjualan Tiket

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang kereta api melakukan refund atau pembatalan tiket mudik di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu, 22 April 2020. Calon penumpang yang berencana mudik Lebaran terpaksa melakukan pembatalan tiket terkait larangan mudik untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. TEMPO/Rini Kustiani

    Calon penumpang kereta api melakukan refund atau pembatalan tiket mudik di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu, 22 April 2020. Calon penumpang yang berencana mudik Lebaran terpaksa melakukan pembatalan tiket terkait larangan mudik untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. TEMPO/Rini Kustiani

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI belum menyiapkan penjualan tiket kereta api jarak jauh dan kereta lokal menyusul dibukanya operasional angkutan umum penumpang komersial untuk kebutuhan khusus. Vice President Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan pihaknya kini tengah menunggu instruksi dari direksi perseroan.

    "Hari ini belum dibuka (penjualan tiket). Kami menunggu instruksi lebih lanjut dari direksi," ucapnya kepada Tempo, Rabu, 6 Mei 2020. Joni belum dapat memastikan kapan perusahaannya akan mulai membuka reservasi.

    Berbeda dengan KAI, maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebelumnya menyatakan telah membuka pemesanan tiket penerbangan penumpang untuk keberangkatan Kamis, 7 Mei 2020 mulai sore ini pukul 15.00 WIB. Reservasi tersebut dibuka melalui situs resmi perseroan.

    "Sebab, Garuda akan terbang kembali Kamis, 7 Mei 2020 pukul 00.00 WIB," tutur Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.

    Pembukaan kembali angkutan penumpang untuk kepentingan non mudik setelah sebelumnya disetop sementara tersebut disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR, 6 Mei 2020. Hal itu seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 dan Surat Edaran yang diterbitkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020.

    Berdasarkan beleid tersebut, masyarakat yang diizinkan bepergian ialah penumpang dengan kepentingan tertentu dan bukan untuk keperluan mudik. Rinciannya, pertama, mereka ialah pegawai yang bekerja di bidang pelayanan pertahanan, keamanan, ketertiban umum, kesehatan, kebutuhan dasar, fungsi ekonomi, dan percepatan penanganan wabah virus Corona.

    Kedua, penumpang yang membutuhkan penanganan medis. Ketiga, penumpang dengan kepentingan mendesak, misalnya ada keluarga yang meninggal. Sedangkan keempat, angkutan dibuka untuk pemulangan pekerja migran, WNI, serta pelajar dari luar negeri yang akan kembali ke daerah asalnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.