190 Karyawan Indogrosir Sleman Jalani Uji Swab Corona Hari Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis memeriksa pasien dengan SWAB Test di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Ahad, 8 April 2020. Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan hari ini terjadi penambahan sebanyak 297 pasien positif dibandingkan hari sebelumnya. ANTARA

    Petugas medis memeriksa pasien dengan SWAB Test di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Ahad, 8 April 2020. Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan hari ini terjadi penambahan sebanyak 297 pasien positif dibandingkan hari sebelumnya. ANTARA

    TEMPO.CO, Sleman - Sebuah supermarket terbesar di Kabupaten Sleman, Indogrosir, ditutup sementara mulai Selasa 5 Mei 2020 untuk menelusuri dugaan penularan virus Corona atau Covid-19 yang menimpa karyawannya.

    Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) DI Yogyakarta mengumumkan ada satu karyawan di supermarket yang biasa menjadi pusat kulakan berbagai kebutuhan bahan rumah tangga di DIY itu dinyatakan positif  terpapar setelah melalui uji swab.

    Atas hasil itu, ratusan karyawan di supermarket itu oleh pihak pemerintah Kabupaten Sleman dan manajemen diminta melakukan rapid test dan ditindaklanjuti dengan uji swab guna mengetahui kondisi kesehatannya.

    “Untuk Toko Indogrosir mulai hari ini kami putuskan tutup sementara, tidak boleh operasional dulu untuk selesaikan uji rapid test pada ratusan karyawan,” ujar Bupati Sleman Sri Purnomo Selasa 5 Mei 2020.

    Penutupan supermarket itu, ujar Sri Purnomo, belum bisa ditentukan sampai kapan berakhirnya. Sri Purnomo mengatakan yang terpenting seluruh karyawan sudah menjalani rapid test dan uji swab sehingga bisa diketahui kondisinya lebih dulu.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo merinci, tindakan untuk karyawan Indogrosir Sleman itu, mulai Selasa kemarin dilakukan rapid test kepada 190 karyawan Indogrosir Sleman itu. "Awalnya akan dites 106 karyawan, ternyata membludak menjadi 190 karyawan dari Indogrosir,” ujarnya.

    Rapid test sudah dilakukan sejak tanggal 2 dan 4 Mei 2020 lalu terhadap total 104 karyawan Indogrosir. Hasilnya 27 orang dinyatakan reaktif dan akan langsung diikuti dengan uji swab. “Sedangkan untuk 190 karyawan lagi yang dites hari ini, hasilnya masih proses,” ujarnya.

    Kabar penularan Covid-19 kepada karyawan Indogrosir sempat viral hari ini. Beredar luas di media sosial dengan latar belakang foto Indogrosir dengan narasi menyebutkan bahwa ada 67 karyawan supermarket itu positif Covid-19.

    Bahkan, masyarakat yang berbelanja ke supermarket tersebut setelah tanggal 25 April 2020 diminta untuk mengisolasi diri di rumah. “Tolong yang tinggal di Yogya yang habis belanja di Indogrosir setelah tanggal 25 April segera mengisolasi diri di rumah karena 67 karyawan telah dinyatakan positif,” bunyi pesan itu.

    Dinas Komunikasi dan Informasi DIY melalui akun resminya menyatakan informasi tersebut hoaks. “Beredar kabar melalui aplikasi chat group terkait 67 karyawan Indogrosir dinyatakan positif. Kabar tersebut hoax. Yang benar adalah diadakan Rapid Test, yang reaktif positif ada 5 orang. Dan setelah dilakukan Swab Test, hasilnya terdapat 1 orang yang positif. #StopHoax #Covid19,” seperti dikutip dari cuitan akun pemerintah DIY itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.