Terbang Kembali, Garuda Mulai Buka Reservasi Penerbangan Sore Ini

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang menggunakan masker saat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Senin, 2 Maret 2020. Pemerintah RI memutuskan memberikan insentif untuk industri pariwisata akibat dampak virus Corona salah satunya dengan menurunkan harga tiket pesawat hingga 50 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Calon penumpang menggunakan masker saat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Senin, 2 Maret 2020. Pemerintah RI memutuskan memberikan insentif untuk industri pariwisata akibat dampak virus Corona salah satunya dengan menurunkan harga tiket pesawat hingga 50 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. hari ini langsung membuka reservasi penerbangan penumpang untuk keberangkatan Kamis, 7 Mei 2020. Pemesanan tiket pesawat itu dibuka melalui situs resmi perseroan pada hari ini, 6 Mei 2020, pukul 15.00 WIB.

    "Sebab, Garuda akan terbang kembali Kamis, 7 Mei 2020 pukul 00.00 WIB," tutur Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra kepada Tempo, Rabu, 6 Mei 2020.

    Kebijakan tersebut menyusul pembukaan operasional penerbangan penumpang dengan kebutuhan khusus oleh pemerintah. Irfan menjelaskan, penumpang yang akan terbang dengan pesawat Garuda mesti memenuhi kriteria khusus yang ditetapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

    Adapun syarat-syarat itu nantinya akan dicek melalui bandara keberangkatan penumpang. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo sebelumnya menjelaskan bahwa masyarakat yang akan bepergian menunggang angkutan umum harus memiliki izin dari atasan minimal setara dengan eselon II atau kepala kantor. "Sedangkan wirausaha yang tidak memiliki instansi harus membuat surat pernyataan bermaterai yang diketahui oleh kepala desa dan lurah," tuturnya.

    Selanjutnya, penumpang harus mengantongi surat keterangan dokter dari klinik, Puskesmas, maupun rumah sakit terdekat. Mereka juga mesti mengikuti serangkaian tes kesehatan lebih dulu, khususnya rapid test dan PCR untuk memastikan dirinya tak terjangkit virus corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.