Gubernur Bank Indonesia Perkirakan Rupiah Menguat Hari Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai memindahkan uang rupiah di cash center Bank Mandiri, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019. Nilai tukar rupiah terpantau menguat pada Selasa (25/6). Nilai tukar Rupiah senilai Rp 14.138 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat jika dibandingkan pada hari sebelumnya yang berada pada level Rp 14.165 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    Pegawai memindahkan uang rupiah di cash center Bank Mandiri, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019. Nilai tukar rupiah terpantau menguat pada Selasa (25/6). Nilai tukar Rupiah senilai Rp 14.138 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat jika dibandingkan pada hari sebelumnya yang berada pada level Rp 14.165 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan nilai tukar rupiah terus stabil dan menguat saat ini. Menurut dia, secara tren pergerakan nilai tukar akan dipengaruhi oleh faktor-faktor fundamental.

    "Hari ini juga banyak berita-berita positif, yang insya Allah akan membawa NTR kita akan bergerak di bawah Rp 15 ribu," kata Perry dalam siaran langsung, Rabu, 6 Mei 2020.

    Faktor yang mempengaruhi penguatan itu, kata dia, Amerika, Eropa dan sejumlah wilayah di sana akan mulai dibuka kegiatan ekonominya. Juga pernyataan dari anggota The Fed yang mengatakan bahwa, ekonomi amerika akan membaik di semester II.

    "Meskipun di semester satu mengalami resesi. Pernyataan-pernyataan itu juga membawa faktor positif juga. Harga minyak yang kemudian meningkat. Itu adalah faktor-faktor positif," ujarnya.

    Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta hari ini bergerak melemah seiring beragam sentimen bagi aset berisiko. 

    Pada Rabu pukul 9.43 WIB, rupiah melemah 44 poin atau 0,29 persen menjadi Rp15.124 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.080 per dolar AS.

    Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu, mengatakan sentimen pasar beragam hari ini yang terlihat dari harga aset-aset berisiko ada yang bergerak positif dan ada yang tertekan.

    "Tekanan ke aset berisiko karena pasar masih khawatir mengenai dampak negatif wabah COVID-19 terhadap ekonomi global," ujarnya.

    HENDARTYO HANGGI | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.