Jokowi Sebut Kinerja Ekonomi RI Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi membimbing pengucapan sumpah jabatan dalam pelantikan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Antar Waktu periode 2017-2022 dan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Istana Negara Jakarta, Rabu, 15 april 2020. Pool-Kompas/Wawan H Prabowo

    Presiden Jokowi membimbing pengucapan sumpah jabatan dalam pelantikan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Antar Waktu periode 2017-2022 dan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Istana Negara Jakarta, Rabu, 15 april 2020. Pool-Kompas/Wawan H Prabowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi membuka Sidang Kabinet Paripurna yang membahas Pagu Indikatif Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2021, Rabu, 6 Mei 2020 lewat teleconference. Dalam kesempatan itu, Jokowi menegaskan bahwa kinerja ekonomi Indonesia masih lebih baik dibanding beberapa negara lain

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ekonomi Indonesia year on year (YoY) di triwulan I tahun 2020 tumbuh 2,97 persen. Angka ini lebih lambat 2 persen dibandingkan dengan pertumbuhan di kuartal IV 2019, yang tumbuh 4,97 persen.

    "Walaupun hanya tumbuh 2,97 persen tapi dibandingkan dengan negara lain yang telah merilis angka pertumbuhannya, kinerja ekonomi negara kita relatif masih baik," kata Jokowi.

    Jokowi membandingkan dengan beberapa negara lain yang mengalami kontraksi, membuat pertumbuhan ekonominya negatif. Cina turun dari +6 persen menjadi -6,8 persen, yang berarti YoY deltanya 12,8 persen. Prancis deltanya minus 6,25 persen, Hongkong delta 5,9 persen, Spanyol delta 5,88 persen, hingga Italia delta 4,95 persen.

    Jokowi mengakui Covid-19 telah memukul perekonomian banyak negara. Indonesia pun termasuk ikut terdampak. Jokowi mengatakan ada beberapa subsektor yang berkontribusi negatif terhadap pertumbuhan di kuartal I 2020.

    "Pangan, Tanaman pangan -0,31, hati-hati dengan angka ini. Sekali lagi hati-hati dengan angka-angka ini. Pangan -0,31. Apalagi sudah beberapa kali saya sampaikan FAO peringatkan krisis pangan," kata Jokowi.

    Karena itu ia mengingatkan agar sektor petanian harus digenjot agar terus berproduksi. Namun dorongan ini tetap harus dikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang baik, karena situasi masih dalam status pandemi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.