27 Karyawan Reaktif Corona, Supermarket Indogrosir Sleman Ditutup

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas saat menunjukkan hasil swab penumpang KRL Commuterline usai menjalani test polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 5 Mei 2020. Pemkot Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL Commuterline dengan menyiapkan 300 alat test PCR, tes secara massal tersebut dilakukan setelah tiga penumpang KRL dari bogor terdeteksi terpapar virus corona atau Covid-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas saat menunjukkan hasil swab penumpang KRL Commuterline usai menjalani test polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 5 Mei 2020. Pemkot Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL Commuterline dengan menyiapkan 300 alat test PCR, tes secara massal tersebut dilakukan setelah tiga penumpang KRL dari bogor terdeteksi terpapar virus corona atau Covid-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, JakartaSupermarket Indogrosir di Jalan Magelang, Mlati, Sleman, resmi ditutup sementara berdasarkan surat yang dikeluarkan Bupati Sleman  Sri Purnomo, Selasa 5 Mei 2020. Penutupan ini dilakukan karena 27 karyawan supermarket ini diketahui reaktif pada saat menjalani rapid test corona. 

    Mulanya, tes corona dilakukan kepada 10 manajemen supermarket besar tersebut, Sabtu lalu. Dari 10 orang yang dites, lima orang reaktif. Rapid test lantas dikembangkan kepada 94 karyawan di bagian pelayanan supermarket pada Senin 4 Mei 2020. Hasilnya, dari 94 orang yang dites, 22 orang di antaranya reaktif.

    Dengan demikian, total ada 27 orang karyawan yang hasil tes cepatnya dinyatakan reaktif. Kini seluruh karyawan yang reaktif itu tengah mengikuti uji swab di rumah sakit rujukan Covid-19

    "Itulah sebabnya, kini kami fokus melakukan rapid test bagi 106 karyawan lainnya. Kami fokus menyelesaikan sisanya sambil menunggu hasilnya," kata Sri Purnomo. Dia berharap hasil tes tersebut bisa diketahui, Rabu 6 Mei 2020 hari ini. 

    Kasus dugaan adanya karyawan supermarket yang terpapar Covid-19 bermula dari adanya satu karyawan yang merupakan warga Kota Yogyakarta yang positif Corona. Kejadian tersebut bermula pada Sabtu 25 April 2020 lalu, ketika ada salah satu karyawan pingsan di dalam area Indogrosir (Bagian Kasir). Selanjutnya, tiga karyawan lainnya yang melihat kejadian tersebut mengangkat karyawan yang pingsan tersebut keluar area swalayan dan memasukkan ke dalam mobil untuk dibawa ke RSA UGM.

    Saat itu, yang berada di dalam mobil ada empat karyawan. Karyawan yang pingsan tersebut di RSA UGM langsung dilakukan pemeriksaan medis.

    Selanjutnya pada pukul 20.00 WIB karyawan tersebut diperbolehkan pulang dan disarankan untuk istirahat dan mengisolasi diri di rumahnya dan diantar oleh empat karyawan yang sebelumnya ikut mengantar ke rumah sakit. Pada Kamis 30 April 2020, tujuh karyawan yang sempat menolong diinstruksikan untuk melakukan cek darah di Puskesmas Mlati 1. Pada Sabtu 2 Mei 2020, dan hasil cek lab,  tiga orang dinyatakan nonreaktif dan lima orang reaktif. Akibatnya, seluruh karyawan yang terlibat saat menolong, diwajibkan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing sampai 15 Mei 2020.

    BISNIS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?