PSBB, Bus DAMRI Beralih Sementara ke Angkutan Logistik

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Damri akan melayani penumpang dari Terminal Giwangan ke Bandara Kulon Progo. Dok Terminal Giwangan

    Bus Damri akan melayani penumpang dari Terminal Giwangan ke Bandara Kulon Progo. Dok Terminal Giwangan

    TEMPO.CO, Jakarta - Perum Damri mulai mengembangkan salah satu segmen usahanya yakni layanan operasional logistik melalui bus. Hal ini dilakukan karena selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Bus Damri tidak mengangkut penumpang untuk sementara waktu.

    Keputusan perseroan itu menindaklanjuti Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19). Perum Damri sendiri mulai menghentikan operasional bus dengan tujuan keluar dan/atau masuk wilayah yang ditetapkan PSBB mulai 24 April sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

    “Namun, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang transportasi darat dengan angkutan penumpang dan barang, Damri mulai mengembangkan salah satu segmen usahanya yakni layanan operasional logistik melalui bus atau yang dikenal dengan angkutan barang,” kata Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Damri Nico R Saputra dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 6 Mei 2020.

    Nico mengatakan, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk mendapatkan rekomendasi pengangkutan barang tersebut.  Adapun selama pandemi Covid-19, Bus Damri tetap beroperasi, namun tidak membawa penumpang hanya membawa paket barang. “Layanan logistik ini dalam rangka mendukung program pemerintah guna memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

    Dengan  inovasi layanan di tengah wabah Covid-19 , diharapkan Perum Damri dapat membantu masyarakat dan memberikan solusi untuk memudahkan pengiriman barang tanpa harus mengantar ke alamat tujuan. “Kami mengajak masyarakat untuk dapat memanfaatkan kemudahan layanan kami dalam menunjang distribusi kebutuhan logistik,” kata Nico.

    Sebelumnya, Damri menghentikan sementara operasional bus Bandara Soekarno-Hatta secara keseluruhan mulai 24 April 2020 hingga 31 Mei 2020 dalam upaya mendukung pemerintah memutus rantai penyebaran COVID-19. Akibatnya, Nico mengungkapkan pendapatan perusahaan menurun hingga 90 persen. Padahal ada beban (fix cost) yang harus ditanggung seperti gaji karyawan, premi BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, cicilan kendaraan dan beban lainnya. “Damri sebagai moda transportasi darat terdampak dari kebijakan social distancing dan physical distancing,” katanya.

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?