Di Pasar Induk, Harga Bawang Putih dan Bombay Turun Banyak

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menata tumpukan karung bawang putih dari China di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. Harga bawang putih mengalami kenaikan dari harga Rp.35 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. Tempo/Tony Hartawan

    Pedagang menata tumpukan karung bawang putih dari China di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. Harga bawang putih mengalami kenaikan dari harga Rp.35 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -  Harga bawang putih dan bombay saat ini turun drastis sejak pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Pulau Jawa, terutama di DKI Jakarta.

    Pada bulan Februari-Maret 2020, harga komoditi tersebut sempat meroket. Bawang putih sempat menyentuh angka Rp60.000 per kilogram dan bawang bombai Rp150.000 per kilogram. Padahal, dalam kondisi normal kedua komoditi itu hanya berada di angka Rp20.000 per kilogram.

    Salah satu pedagang bawang putih dan bawang bombay di Pasar Induk Kramat Jati, Asih mengungkapkan pada bulai Mei 2020, harga komoditi itu terus menurun karena bawang putih dan bombay sudah mulai banyak masuk ke Indonesia. 

    "Kondisi saat ini harga sudah turun, tadinya sempat tinggi. Sekarang harga bawang putih jenis kating Rp20.000 dan honan Rp19.000. Lalu ke bawah di pedagang eceran jual kisaran Rp24.000-Rp25.000, biasanya mereka ambil selisih sekitar Rp5000 per kilogram. Kalau bawang bombai itu Rp250.000 sekarung isinya 20 kilogram," tuturnya, Rabu 6 Mei 2020.

    Pedagang lain bernama Saiful juga menyebutkan bahwa harga bombay asal Selandia Baru berukuran kecil kini hanya Rp12.000 per kilogram dan untuk ukuran besar Rp11.000 per kilogram.

    Selanjutnya, bawang bombay asal Cina lebih murah lagi yaitu Rp 7.500 per kilogram. Modal belanja bombay di Cina sekitar US$300-US$350 per ton. Kemudian jika dengan kurs dolar saat ini Rp15.000 maka modal per kilogramnya hanya Rp4.500-Rp5.250. 

    “Kalaupun di beberapa provinsi seperti di Papua harga bawang putih masih tinggi Rp60.000 per kilogram seperti yang diberitakan. Harus dihitung perjalanan ke Papua itu bisa memakan waktu dua minggu lebih," katanya.

    Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono mengemukakan bahwa turunnya harga bawang putih dan bombay tersebut karena adanya kebijakan relaksasi.

    “Ya, sekarang kan harganya antara Rp25.000-Rp 30.000 per kilogram," ujarnya.

    Namun, sayangnya kebijakan relaksasi tersebut akan berakhir pada 31 Mei 2020. Menurutnya, jika stok bawang putih dan bombai sudah cukup, dia optimistis harga akan ikut stabil.

    "Kalau menurut catatan kami sudah lebih dari cukup. Nah itu nanti mungkin Pak Menteri bisa ambil satu kebijakan atau kembali lagi seperti semula. Semua keputusan ada di Pak Menteri,” tuturnya.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.