Menteri Teten Sebut APD Buatan UMKM Penuhi Standar Kesehatan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang guru mencoba baju alat pelindung diri (APD) yang telah jadi di SMK Negeri 3 Klaten, Jawa Tengah, Kamis, 2 April 2020. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    Seorang guru mencoba baju alat pelindung diri (APD) yang telah jadi di SMK Negeri 3 Klaten, Jawa Tengah, Kamis, 2 April 2020. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan alat pelindung diri (APD) produksi UMKM binaan kementerian telah memenuhi standar kesehatan sehingga aman digunakan untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19. “Saat ini sudah 150 UMKM binaan telah menjadi mitra dan produk APD mereka sudah terkurasi sehingga memenuhi standar kesehatan,” kata Teten dalam keterangan resmi, Selasa 5 Mei 2020.

    Dia menyebut kementerian telah menggandeng industri swasta yang peduli dengan kualitas produksi lokal melalui Karya Nusantara dari PT Daruma. Adapun perusahaan tersebut sudah memiliki izin dari otoritas di bidang perlengkapan kesehatan guna menjadi kurator dan pendamping UMKM produsen APD.

    Lebih lanjut, Teten menyatakan, sudah ada 300 UMKM yang sedang mengajukan menjadi pemasok APD dan produknya akan segera diseleksi. Produsen APD tersebut tersebar di berbagai daerah, terbanyak di Pulau Jawa.

    Teten mendorong lebih banyak UMKM untuk beralih memproduksi APD, khususnya masker kain sebagai upaya menekan penyebaran COVID-19. Hal itu berguna agar usaha mereka terus bertahan serta tetap produktif di masa pandemi Corona.

    “Kebutuhan APD kami lihat sebagai suatu peluang bisnis bagi UMKM dan koperasi yang selama ini terdampak COVID-19 dan mengalami kesulitan pembiayaan karena penghasilan menurun. Sehingga sekarang kami ajak UMKM untuk banting setir,” katanya.

    Kementerian Koperasi bahkan telah menggelar pelatihan daring bagi UMKM untuk membuat APD, khususnya masker kain atau masker non-medis. Pembuatan masker jenis itu bertujuan menekan permintaan pasar akan masker medis.

    Dengan begitu pasokan masker medis tetap terjaga serta diutamakan untuk para tenaga medis dan pasien yang membutuhkan. “Kami berupaya untuk menghubungkan UMKM dengan pemasok bahan baku dan menghubungkan mereka dengan pasar,” jelas Teten.

    Selain berperan sebagai kurator dan pengendali kualitas produk, Karya Nusantara sekaligus membantu membuka pasar bagi UMKM yang membuat produk, seperti hazmat kit, pelindung wajah, masker kain, sarung tangan, dan pelindung kaki.

    Kementerian mengidentifikasi banyak UMKM yang saat ini melakukan peralihan usaha dari yang semula bergerak di bidang konveksi banting setir ke produksi masker kain atau APD. Ia optimistis UMKM bisa memproduksi lebih banyak APD sepanjang pasokan bahan baku juga memadai.

    “Kami bekerja sama dengan Kimia Farma untuk distribusi, juga dengan PKBL BRI. UMKM yang memenuhi syarat kualitas dapat melanjutkan ke produksi APD, yaitu hazmat, pelindung wajah, masker, pelindung kaki, dan sarung tangan,” ucap Teten.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.