Angkasa Pura I: 4.960 WNI Pekerja Migran Kembali ke RI Lewat Bali

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis mengarahkan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan yang telah disemprot disinfektan setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Ahad, 2 Februari 2020. Dari total 245 WNI yang dijadwalkan dievakuasi dari Wuhan, hanya 238 orang yang kembali pulang ke Tanah Air.  ANTARA /Kementerian Luar Negeri RI

    Petugas medis mengarahkan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan yang telah disemprot disinfektan setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Ahad, 2 Februari 2020. Dari total 245 WNI yang dijadwalkan dievakuasi dari Wuhan, hanya 238 orang yang kembali pulang ke Tanah Air. ANTARA /Kementerian Luar Negeri RI

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura I (Persero) melaporkan sebanyak 4.960 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai pekerja migran tercatat telah kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali.

    Vice President Corporate Secretary AP I Handy Heryudhitiawan mengatakan pencatatan tersebut dilakukan sejak tanggal 23 Maret hingga 27 April 2020, para pekerja migran yang bekerja di berbagai negara tersebut pulang kembali ke Indonesia melalui 27 penerbangan charter khusus.

    “Hingga akhir April, terdapat total 4.960 WNI yang kami layani terkait dengan kepulangannya ke Indonesia melalui Bali dengan penerbangan charter khusus ini. Diperkirakan, jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan penambahan permintaan unscheduled rescue flight,” kata Handy dalam siaran pers, Selasa (5/5/2020).

    Dia menambahkan salah satu alasan tetap beroperasinya bandara pada masa pandemi ini adalah untuk melayani penerbangan khusus seperti penerbangan repatriasi ini, baik repatriasi warga negara Indonesia kembali ke Tanah Air atau repatriasi warga negara asing untuk kembali ke negaranya masing.

    Pihaknya menjelaskan hingga akhir April 2020, penerbangan pemulangan kembali WNI yang dilayani telah mencapai jumlah 27 penerbangan, dimulai dari penerbangan LOT Polish Airlines LO8535 pada 23 Maret 2020, hingga penerbangan terakhir pada 27 April 2020, yaitu Garuda Indonesia GA4046.

    Sebanyak 11 maskapai penerbangan dari berbagai negara tercatat terlibat dalam 27 penerbangan pemulangan WNI tersebut, yaitu LOT Polish Airlines, LATAM Airlines, Qatar Airways, Wamos Air, Air Europa, NEOS Air, Ethiopian Airlines, Smartwings, AirAsia X, Garuda Indonesia, serta Air Cairo. Penerbangan Wamos Air EB9420 dari Athena, Yunani, menjadi penerbangan dengan pengangkutan WNI terbanyak dalam satu penerbangan, yaitu mencapai 439 penumpang.

    Handy menambahkan tentunya langkah-langkah antisipasi telah dilakukan, terutama terkait dengan penanganan pemeriksaan penumpang. Para petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) serta dari Tim Satgas Covid-19 senantiasa bersiaga. Seluruh langkah telah dilakukan sesuai ketentuan dan SOP yang berlaku, termasuk penanganan penumpang yang menunjukkan gejala sakit.

    Selain pemulangan WNI dari luar negeri, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali juga melayani penerbangan pemulangan atau repatriasi wisatawan berkewarganegaraan asing di Bali menuju negara asal. Terhitung dari tanggal 8 Februari hingga 27 April, sebanyak 22 penerbangan repatriasi yang mengangkut sedikitnya 3.408 WNA dari berbagai negara telah terlayani.

    “Penerbangan repatriasi yang pertama adalah dari Pemerintah China yang memulangkan sebanyak 61 warganya untuk kembali ke kota Wuhan melalui penerbangan China Eastern MU799 pada 8 Februari 2020. Terakhir, kami melayani penerbangan pemulangan 242 WNA menuju kota Samara di Rusia,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?