Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Diramalkan Bakal Lebih Rendah

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 mencapai 5,3 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 mencapai 5,3 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) RI mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 2,97 persen pada kuartal I/2020. Kepala Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardhana memprediksi perekonomian pada triwulan selanjutnya bakal jauh lebih rendah dibandingkan realisasi awal tahun ini.

    "Ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2020 akan mencatatkan kontraksi jika dibandingkan dengan kuartal II/2019 (yoy)," katanya Selasa, 5 Mei 2020.

    Dia menuturkan perlambatan ekonomi pada triwulan I/2020 terjadi seiring imbas wabah virus Corona (Covid-19) dari negara lain. Selain itu, mundurnya musim panen, yang biasanya terjadi pada kuartal I menjadi kuartal II, membuat perekonomian tidak maksimal. Padahal, sektor pertanian berkontribusi hingga 0,3 persen dari total produk domestik bruto (PDB).

    Dari sisi produksi, sektor otomotif masih mengalami pertumbuhan sebesar 4,22 persen (yoy). Sementara itu, konsumsi semen di level domestik berkontraksi 4,16 persen (yoy). Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan pelemahan daya beli di dalam negeri.

    "Indikator tersebut bisa menjadi alasan bagi Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga acuan sebanyak 2 kali 25bps hingga akhir 2020," katanya.

    Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan perlambatan konsumsi rumah tangga dari 5,02 persen pada kuartal I/2019 menjadi 2,84 persen (yoy) pada kuartal I/2020 merupakan konsekuensi dari implementasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengurangi dampak negatif Covid-19.

    Dia memprediksi PDB pada triwulan II/2020 akan lebih rendah dibandingkan periode saat ini. Penerapan PSBB untuk mencegah pandemi Covid-19 telah membatasi aktivitas sosial dan perjalanan masyarakat.

    "Jika ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 akan berakhir, maka pertumbuhan ekonomi RI pada akhir 2020 bisa di bawah 2 persen," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.