APD untuk Tenaga Medis Langka, Jambi Impor dari Cina

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang guru mencoba baju alat pelindung diri (APD) yang telah jadi di SMK Negeri 3 Klaten, Jawa Tengah, Kamis, 2 April 2020. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    Seorang guru mencoba baju alat pelindung diri (APD) yang telah jadi di SMK Negeri 3 Klaten, Jawa Tengah, Kamis, 2 April 2020. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah daerah masih mengeluhkan keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19. Keluhan muncul pada ketersediaan APD level 3, yaitu untuk tenaga medis yang langsung menangani pasien positif Covid-19.

    “Saat ini level 3 tidak bisa kami penuhi,” kata Walikota Jambi Syarif Fasha dalam webinar Katadata di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2020. Sementara, kata dia, APD level 1 dan 2 masih bisa diproduksi dengan UMKM setempat.

    Akibat kondisi ini, Pemerintah Kota Jambi sudah mencoba mengimpor APD dari Cina. Namun, APD tersebut masih harus dikarantina selama dua minggu sehingga belum bisa digunakan. “Sehingga masih terkendala,” kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bidang Pembangunan ini.

    Sebelumnya, Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) juga sudah mendata kelangkaan APD ini bersama dengan Solidaritas Berantas Covid-19. Dari data yang dikumpulkan, kebutuhan APD hingga 27 April mencapai 3,79 juta. Sementara, ketersediaan hanya mencapai 1,36 juta.

    Di sejumlah daerah, kondisi pun berbeda-beda. Di Jakarta misalnya, gap yang terjadi tidak terlalu besar. Dari kebutuhan 243 ribu APD, ketersediaan mencapai 238 ribu.Tapi di daerah seperti Sumatera Utara, dari 224 ribu kebutuhan, hanya ada 46 ribu ketersediaan.

    Keluhan tak hanya disampaikan oleh Walikota Jambi, tapi juga Walikota Sibolga  Syarfi Hutauruk. Menurut dia, pembelian APD level 3 memiliki banyak kendala. “Ada uang belum tentu ada barangnya,” kata dia.

    Berbagai keluhan ini pun justru datang ketika jumlah kasus di daerah meningkat. Informasi ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beberapa waktu lalu. Dari informasi BNPB, Sri Mulyani menyebut kasus di Jakarta mulai turun, tapi di luar Jakarta justru meningkat.

    Menanggapi situasi ini, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan ratusan UMKM kini telah banting setir untuk memproduksi APD. “Sudah ada 100 UMKM yang dikurasi, tinggal nunggu 300 lagi,” kata dia.

    Teten pun berjanji akan membantu UMKM agar bisa mendapatkan bahan baku. Selain itu, Ia berkomitmen menghubungkan UMKM ini dengan para pembali yang akan membeli APD produksi mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.