Menristek Targetkan Ventilator Buatan Lokal Mulai Diproduksi Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro saat memberikan keterangan di kantor Graha BNPB Jakarta, Senin 6 April 2020. (ANTARA/Humas BNPB)

    Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro saat memberikan keterangan di kantor Graha BNPB Jakarta, Senin 6 April 2020. (ANTARA/Humas BNPB)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi atau Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro menargetkan produksi massal ventilator buatan dalam negeri bisa dilakukan mulai pekan depan. Saat ini, sudah ada beberapa rancangan ventilator yang telah masuk ke tahapan uji klinik.

    "Kami harap uji klinik bisa selesai pekan ini, sehingga pekan depan sudah mulai produksi," ujar Bambang dalam rapat gabungan bersama Komisi VI, Komisi VII, dan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 5 Mei 2020.

    Berdasarkan data BRIN, dari 28 usulan pembuatan ventilator, ada empat yang sudah menyelesaikan pengujian alat dan ketahanan di Balai Pengaman Fasilitas Kesehatan alias BPFK Kementerian Kesehatan. Empat purwarupa yang sudah selesai uji alat antara lain berasal dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung - Universitas Padjadjaran - Salman, Dharma Group, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

    "Ada perbedaan di antara empat prototype tersebut, ada yang berbasis CPAP, ada yang ambu bag," ujar Bambang. Purwarupa milik BPPT yang berbasis ambu bag, tutur dia, bisa dipakai di instalasi gawat darurat atau di ambulans.

    Sementara, model lain yang berbasis CPAP dapat digunakan dalam keadaan darurat, namun lebih sering dipakai dalam kondisi non-darurat. Bambang mengatakan pihaknya akan terus berupaya melakukan penelitian untuk bisa memproduksi ventilator untuk ruang ICU.

    BRIN mencatat kapasitas produksi ventilator di dalam negeri cukup besar. Untuk industri yang bekerja sama dengan BPPT misalnya, ditargetkan bisa memproduksi 100 unit per pekan per pabrik. Dengan demikian, Bambang berharap kebutuhan ventilator yang mencapai 1.000 unit ventilator CPAP dan 700 unit ambu bag bisa dipenuhi.

    Industri yang tercatat akan memproduksi ventilator antara lain PT Indofarma, PT Pindad, PT GTM, PT EMB, CV Bartec untuk prototype UI; PT Pindad, PT DI, PT LEN, PT Pura Barutama untuk purwarupa ITB-Unpad-Salman; serta PT Darma Precission Tools untuk ventilator Dharma Group.

    Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Engko Sosialine Magdalene mengatakan baru dua purwarupa yang menyelesaikan uji performa di BPFK, yaitu dari UI dan ITB-Unpad-Salman. Dari dua yang lolos uji performa, baru ventilator ITB-Unpad-Salman yang memulai tahapan uji klinik. "Kalau lancar, diharapkan pekan ini selesai, sehingga bisa masuk tahap berikutnya."

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.