Antisipasi Kekeringan, Jokowi Minta Para Menteri Siapkan Mitigasi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memimpin pengucapan sumpah jabatan Ketua Mahkamah Agung (MA) terpilih Muhammad Syarifuddin di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 30 April 2020. Muhammad Syarifuddin resmi dilantik sebagai Ketua MA periode 2020-2025 menggantikan Hatta Ali yang memasuki pensiun. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL

    Presiden Joko Widodo memimpin pengucapan sumpah jabatan Ketua Mahkamah Agung (MA) terpilih Muhammad Syarifuddin di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 30 April 2020. Muhammad Syarifuddin resmi dilantik sebagai Ketua MA periode 2020-2025 menggantikan Hatta Ali yang memasuki pensiun. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas membahas antisipasi kekeringan di bulan mendatang dan dampaknya terhadap ketersedian bahan pokok, Selasa, 5 Mei 2020. Jokowi meminta urusan yang berkaitan dengan musim kemarau harus dikaji dengan sangat baik.

    "Karena berdasarkan prediksi dari BMKG 30 persen wilayah-wilayah yang masuk zona musim ke depan akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya," kata Jokowi saat membuka Ratas melalui teleconfrence.

    Jokowi mengatakan ia telah beberapa kali menyinggung mengenai peringatan dari FAO mengenai krisis pangan dunia. Ia pun menegaskan antisipasi dan mitigasi harus betul-betul disiapkan, agar pekerjaan dan stabilitas harga bahan pangan tidak terganggu.

    Hal pertama yang ia minta adalah ketersediaan air di daerah sentra sentra produksi pertanian. Jokowi menegaskan jaminan ketersediaan air ini merupakan kunci produksi pertanian.

    "Oleh sebab itu, ini harus disiapkan dari sekarang mulai dari penyimpanan air hujan, kemudian memenuhi Danau, Waduk, Embung, kolam retensi dan penyimpanan air buatan lainnya penting," kata Jokowi.

    Selanjutnya terkait dengan percepatan musim tanam. Ia mengatakan curah hujan yang masih ada saat ini harus benar-benar dimanfaatkan. Ia meminta para petani harus dipastikan tetap berproduksi dengan menerapkan protokol kesehatan.

    "Oleh sebab itu, ketersediaan sarana sarana produksi pertanian baik yang berkaitan dengan bibit pupuk harus betul-betul ada, dan harganya terjangkau," kata Jokowi.

    Ia juga membahas mengenai manajemen pengelolaan stok untuk kebutuhan pokok. Ia meminta hal ini hitung-hitungannya harus benar-benar detail. Bulog juga ia minta tetap harus membeli gabah dari petani, agar harga di petani menjadi lebih baik.

    "Kemudian kemarin juga juga ada acara kan stimulus ekonomi untuk petani agar nanti agar juga di pertajam lagi," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).