Pandemi Corona, Angkasa Pura II Turunkan Belanja Modal Jadi Rp 1,4 T

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kiri) bersama Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers di Ruang Wartawan Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Maret 2020. TEMPO/Subekti.

    Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kiri) bersama Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers di Ruang Wartawan Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Maret 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta – PT Angkasa Pura II (Persero) menurunkan belanja modalnya atau capital expenditure (capex) untuk tahun ini menjadi Rp 1,4 triliun dari kas internal perusahaan. Sebelumnya, pada awal tahun ini, perseroan menetapkan belanja modal sebesar Rp 7,8 triliun.

    President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan belanja modal perusahaan tahun ini dialokasikan untuk sejumlah proyek pengembangan bandara yang bersifat multiyears. “Sejumlah proyek pengembangan multiyears tetap berjalan pada tahun ini, misalnya pembangunan area komersial, perkantoran, dan hotel, yakni integrated building di Bandara Soekarno-Hatta," ujar Awaluddin, Selasa, 5 Mei 2020.

    Kemudian, belanja modal juga akan dialokasikan untuk pemeliharaan fasilitas guna menjamin keamanan, keselamatan, pelayanan, pemenuhan terhadap peraturan perusahaan. Selanjutnya, perseroan berencana melanjutkan perumusan desain Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    Desain terminal anyar tersebut ditargetkan rampung pada 2021. Sehingga, pada Januari 2022 nanti, perusahaan bisa melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking.

    Di samping belanja modal, tahun ini Angkasa Pura II tengah mengejar pengembangan bandara yang dilakukan melalui kemitraan strategis bersama partner strategis. Salah satu contohnya adalah pengembangan Bandara Kualanamu di Deli Serdang.

    Perseroan pun merencanakan pengembangan bisnis anorganik perusahaan, seperti pengembangan portofolio perusahaan, akuisisi bandara baru, dan adjacent business. Terkait dengan turunnya belanja modal, perseroan mengatakan upaya itu harus dilakukan untuk menghemat pengeluaran perusahaan di tengah pandemi.

    "Penghematan dilakukan pada biaya operasional bandara, biaya pemeliharaan fasilitas non prioritas, serta pembatasan capex," ucap Awaluddin.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.