Said Didu Tak Datang ke Polisi, Pengacara Sebut Ada di Rumah

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Said Didu dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. TEMPO/Egi Adyatama/Dinul Mubarok

    Said Didu dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. TEMPO/Egi Adyatama/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, hari ini semestinya menjalani pemeriksaan oleh Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia, Senin, 4 Mei 2020. Namun Said Didu tak datang memenuhi panggilan polisi.

    Said Didu menjadi saksi terkait laporan dugaan pencemaran nama baik pada Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan.

    Menurut kuasa hukumnya, Letnan Kolonel CPM (Purnawirawan) Helvis, Said Didu dalam kondisi sehat dan berada di rumah. Namun ia tak datang karena Jakarta masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB untuk menekan penyebaran wabah corona.

    "Tidak hadir bukan karena alasan kesehatan. Pak Said Didu sehat, ada di rumah. Hanya memang kan ini masih PSBB, jadi kami minta jadwal ulang. Terlebih kan Pak Said Didu sudah berumur, selama ini beliau hanya berkegiatan di rumah," ujar Helvis, di Jakarta, Senin, 4 Mei 2020.

    ‎Helvis mengatakan, untuk agenda pemeriksaan berikutnya masih akan dibahas dengan penyidik. "Nanti dicari waktu, kapan pemeriksaan berikutnya apakah setelah selesai PSBB atau bagaimana," kata Helvis. Menurut dia, penyidik pun memaklumi alasan dari Said Didu. Helvis sudah meminta penjadwalan ulang kepada Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia.

    Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan Muhammad Said Didu ke Bareskrim Polri terkait perkara dugaan tindak pidana pencemaran nama baik.

    Juru Bicara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi sebelumnya menyebut alasan Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan mantan Sekretaris Kementerian BUMN tersebut, lantaran tidak terima dengan pernyataan Said Didu ketika diwawancara Hersubeno Arief melalui Channel Youtube berdurasi 22 menit yang viral di media sosial.

    Dalam video tersebut, Said Didu membahas soal persiapan pemindahan Ibu Kota negara baru yang masih berjalan di tengah pandemi virus corona atau covid-19. Said Didu juga menyebutkan bahwa Luhut Binsar Panjaitan ngotot kepada Menkeu Sri Mulyani Indrawati agar tidak mengganggu dana untuk pembangunan IKN.

    "Memang benar laporan itu ya, kami laporkan atas dugaan pencemaran nama baik," tuturnya, Jumat, 1 Mei 2020.

    Dia juga mengatakan bahwa Luhut sudah menyiapkan empat kuasa hukum untuk menuntut Said Didu di Bareskrim Polri agar bertanggungjawab atas semua perbuatannya. Keempat kuasa hukum itu adalah Nelson Darwis, Malik Bawazier, Patra M Zen dan Riska Elita. "Iya benar, itu kuasa hukumnya," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.