Sri Mulyani: Jumlah Penerbangan Berkurang dari 79 Ribu Jadi 70

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019. Rapat kerja tersebut membahas pengesahan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Bea Materai dan BPJS Kesehatan. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019. Rapat kerja tersebut membahas pengesahan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Bea Materai dan BPJS Kesehatan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan jumlah penerbangan di dalam negeri turun signifikan akibat wabah virus corona Covid-19. Sebelum pandemi, kata dia, penerbangan di Indonesia mencapai 79 ribu.

    "Sekarang tinggal 70 penerbangan," kata dia dalam rapat dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, Senin, 4 Mei 2020.

    Menurutnya, 12.703 penerbangan domestik dan internasional di 15 bandara dibatalkan sepanjang Januari hingga Februari. Hal itu, kata dia, memberikan pukulan sangat berat terhadap industri penerbangan.

    "Kehilangan pendapatan Rp 207 miliar di sektor layanan udara selama Januari hingga Februari," kata dia.

    Dia menuturkan potensi pendapatan penerbangan yang hilang untuk tahun ini sebesar US$ 314 miliar.

    Jumlah penerbangan yang dibatalkan di seluruh negara pada periode
    23 Januari hingga 18 Februari 2020, kata dia, sebanyak 240 ribu penerbangan. Hingga 1.000 pesawat di maskapai Amerika Serikat, diperkirakan akan berhenti beroperasi di 2020.

    Dia juga mengatakan 25 juta pekerjaan yang berkaitan dengan industri penerbangan akan terdampak pandemi Covid-19. Sekitar 50 juta orang akan kehilangan pekerjaan di sektor pariwisata. Sektor ini diperkirakan akan menyusut hingga 25 persen di 2020.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.