Masuk Zona Merah Corona, NTT Tetap Buka Penerbangan Antarkota

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas keamanan berdiri di depan alat pendeteksi suhu tubuh yang dipasang di Terminal Kedatangan Internasional Bandara El Tari, Kupang, NTT, Kamis, 23 Januari 2020. Pemerintah Republik Democratic Timor Leste telah meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk melakukan karantina. ANTARA/Kornelis Kaha

    Seorang petugas keamanan berdiri di depan alat pendeteksi suhu tubuh yang dipasang di Terminal Kedatangan Internasional Bandara El Tari, Kupang, NTT, Kamis, 23 Januari 2020. Pemerintah Republik Democratic Timor Leste telah meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk melakukan karantina. ANTARA/Kornelis Kaha

    TEMPO.CO, Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memutuskan tetap membuka penerbangan antarkota di wilayah provinsi  kepulauan itu, meskipun berstatus zona merah Covid-19.

    "Penerbangan antarkota di dalam wilayah NTT tetap dibolehkan, namun disertai dengan beberapa syarat antara lain surat keterangan sehat bebas dari Covid-19 dan telah dilakukan screening dengan hasil rapid test," kata Kepala Dina Perhubungan NTT Isyak Nuka di Kupang, Senin, 4 Mei 2020.

    Koordinator Bidang Area dan Transportasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT itu mengemukakan hal tersebut berkaitan dengan status zona merah corona untuk NTT, setelah pemerintah mengumumkan sembilan pasien di NTT positif Covid-19 dan dampaknya terhadap keputusan pemerintah tentang operasional penerbangan di daerah itu.

    Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kamis, 30 April 2020, mengumumkan bahwa di NTT terdapat sembilan pasien positif Covid-19.

    Sembilan pasien itu terdiri atas tujuh pasien klaster Sukabumi yang saat ini sedang menjalani karantina di RS Bhayangkara dan dua lainnya di Labuan Bajo, Manggarai Barat, yang merupakan klaster Gowa.

    Menurut dia, operasional maskapai yang dibolehkan pemerintah hanya untuk melayani penerbangan antarkota di NTT.

    Sementara penutupan bandara tetap dilakukan terhadap penerbangan dari dan keluar wilayah NTT. Kecuali untuk penerbangan pesawat yang mengangkut pimpinan lembaga tinggi negara dan tamu kenegaraan, operasional kedutaan besar, konsulat jenderal dan konsulat asing serta perwakilan organisasi internasional.

    "Selain juga untuk operasional penegakan hukum, ketertiban dan pelayanan darurat," kata Isyak.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.