Mei Panen Raya, Harga Bawang Merah Diperkirakan Segera Turun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani menunjukkan sejumlah bawang merah yang telah di panen di perkebunan Bantaeng, Sulsel, beberapa waktu lalu.  Perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Mei mengalami inflasi sebesar 0,31%, yang dipicu tiga komoditas utama masyarakat, yakni bawang merah, daging ayam ras serta telur ayam ras.TEMPO/Iqbal Lubis

    Petani menunjukkan sejumlah bawang merah yang telah di panen di perkebunan Bantaeng, Sulsel, beberapa waktu lalu. Perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Mei mengalami inflasi sebesar 0,31%, yang dipicu tiga komoditas utama masyarakat, yakni bawang merah, daging ayam ras serta telur ayam ras.TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto menyatakan pihaknya terus memantau pasokan 11 bahan pangan pokok. Termasuk harga bawang merah yang menunjukkan kenaikan di sejumlah daerah akibat pasokan yang berkurang efek panen yang mundur.

    Kendati demikian, dia meyakini pasokan dan harga bawang merah secara nasional bakal berangsur normal seiring panen raya di beberapa sentra dalam waktu dekat. "Memang terjadi pergeseran musim tanam akibat anomali iklim. Akibatnya jadwal panen raya juga sedikit bergeser," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin, 4 Mei 2020.

    Berdasarkan data Early Warning System (EWS) dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, luas panen bawang merah pada Mei di 18 sentra utama diperkirakan mencapai 8.958 hektare (ha) dengan produksi mencapai lebih dari 67 ribu ton.

    Sementara itu, kebutuhan bawang merah di wilayah Jabodetabek pada bulan ini sendiri ditaksir berjumlah 14.549 ton. Dari angka tersebut, Kementerian Pertanian meyakini produksi bawang merah bakal mencukupi.

    Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) memperlihatkan bahwa harga rata-rata bawang merah di DKI Jakarta mulai naik pada pekan keempat Maret yang mencapai Rp 47.500 per kilogram (kg). Harga bawang merah terus merangkak naik dan mencapai level Rp 58.350 per kg pada pertengahan April.

    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Yulia Hendrawati membenarkan bahwa panen raya di salah satu sentra produksi tersebut mundur akibat awal musim hujan yang baru terjadi pada Desember lalu.

    "Memang sudah jadwalnya petani tanam padi dulu, baru sesudahnya tanam bawang merah. Mulai tanam raya juga baru bulan Maret kemarin. Kalau tanam di musim hujan biaya produksinya otomatis lebih mahal. Belum lagi ancaman serangan penyakit dan potensi kebanjiran di beberapa lokasi,” tutur Yulia.

    Dia mengatakan pasokan bawang merah ke Jakarta memang relatif berkurang. Namun panen raya akan terjadi beberapa hari menjelang Lebaran. Dia mengemukakan bahwa akan ada 1.600 hektare area yang siap panen pada Mei ini.

    Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Maju Jaya Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak Abdul Rosyid mengatakan sebagian besar panen di wilayahnya akan dimulai pada pekan kedua Mei.

    “Umur tanaman di sini rata-rata 30 sampai 40 hari, jadi kemungkinan mulai panen raya nanti minggu kedua bulan Mei,” ungkap Rosyid.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.