Pasokan Berlebih, Harga Minyak Mentah Turun ke Level USD 18,33

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang lelaki berdiri dekat dengan kilang Cardon, milik perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA di Punto Fijo, Venezuela 22 Juli 2016. [REUTERS]

    Seorang lelaki berdiri dekat dengan kilang Cardon, milik perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA di Punto Fijo, Venezuela 22 Juli 2016. [REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga minyak mentah turun pada perdagangan hari ini dan menghentikan reli tiga hari berturut-turut sebelumnya. Penurunan harga komoditas ini menyusul surutnya optimisme terhadap pengurangan produksi di tengah bukti baru kelebihan pasokan di tengah masa pandemi Corona.

    Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate untuk kontrak Juni 2020 terpantau turun 7,33 persen atau 1,45 poin ke level US$ 18,33 per barel pada pukul 08.21 WIB. Penurunan harga terjadi setelah sebelumnya terjadi kenaikan harga di minggu pertama dalam satu bulan terakhir.

    Sementara itu, minyak mentah jenis brent melemah 2,69 persen. Penurunan itu setara dengan 0,71 poin ke level US$ 25,73 per barel di ICE Futures Exchange yang berbasis di London.

    Survei Bloomberg mencatat produksi OPEC melonjak paling tinggi dalam hampir 30 tahun terakhir pada bulan April, sejalan dengan upaya negara-negara produsen terus memompa minyak mentah dalam jumlah besar bahkan setelah mencapai kesepakatan penurunan output pada awal bulan.

    Terlepas dari adanya ada tanda-tanda bahwa penurunan konsumsi minyak mungkin telah mencapai titik terendah di beberapa negara, para pelaku pasar percaya permintaan butuh waktu satu tahun untuk pulih ke level sebelum virus corona menyerang. Masifnya pasokan berlebih yang dipicu oleh perang harga minyak pada bulan Maret dan April juga akan membuat harga tertekan bahkan ketika aktivitas ekonomi meningkat.

    Menteri Energi Aljazair Mohamed Arkab, yang memegang kepresidenan bergilir OPEC, meminta anggota organisasi untuk menerapkan lebih dari 100 persen dari target pemotongan yang disepakati di bawah kesepakatan yang mulai berlaku sejak 1 Mei 2020. Sementara itu, jumlah rig minyak aktif di AS, yang merupakan produsen minyak terbesar dunia, turun selama tujuh pekan berturut-turut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.