Kemenparekraf Buat Panggung Online untuk Musikus Jalanan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menparekraf Wishnutama Kusubandio saat berbicara dalam forum virtual bertajuk

    Menparekraf Wishnutama Kusubandio saat berbicara dalam forum virtual bertajuk "The Extraordinary G20 Tourism Ministers Virtual Meeting" yang dipimpin oleh Menteri Pariwisata Kerajaan Arab Saudi Ahmed Al-Khatib, selaku Ketua Forum G20 Tahun 2020, Jumat, 24 April 2020 malam. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menggelar panggung hiburan daring atau online bertajuk "Ngamen dari Rumah" untuk memfasilitasi musikus jalanan yang terdampak penyebaran virus Corona atau Covid-19. Kegiatan ini merupakan kerja sama Kementerian dan Instutut Musik Jalanan (IMJ).

    "Pandemi memberikan dampak besar pada hampir semua profesi atau pekerja di bidang kreatif. Salah satu subsektor kreatif yang terdampak adalah para pekerja seni yang kehilangan pekerjaan," ujar Pelaksana Tugas Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Josua Simanjuntak, Senin, 4 Mei 2020.

    Dalam kegiatan ini, Kementerian akan menggandeng 200 musikus jalanan dengan kriteria khusus. Di antaranya musikus disabilitas, musikus berusia lanjut, serta musikus perantau dan memiliki keluarga.

    Josua berharap, adanya program ini dapat mendorong musikus jalanan tetap produktif dan memperoleh penghasilan selama pandemi. Adapun Pelaksana Direktur Industri Kreatif Musik, Senin Pertunjukan, dan Penerbitan Kemenparekraf Mohammad Amin menerangkan, nantinya musikus jalanan itu akan diminta untuk mengunggah video ke media sosial.

    "Video itu akan ditayangkan di akun sosial media Kemenparekraf, yaitu Instagram, Facebook, dan YouTube," tuturnya.

    Kemudian, musikus yang terkurasi akan tampil langsung secara daring di Instagram pada 14-22 Mei dan 28-30 Mei 2020. Pertunjukan tersebut digelar pukul 15.30-17.30 WIB.

    Tak hanya kegiatan "Ngamen di Rumah Aja", Kementerian bakal menggelar kuliah musik online bersama sejumlah figur publik. Kuliah virtual ini akan diikuti oleh para musikus agar kemampuannya dapat meningkat.

    Adapun Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid mengakui dampak pandemi virus corona memang sangat memukul pekerja seni, khususnya seni tari, seni pertunjukan, dan seni musik. "Karena selama ini mereka mengandalkan kegiatan yang sifatnya publik," ujar Hilmar, pekan lalu, 29 April 2020.

    Hilmar menjelaskan, sejak Februari 2020, pekerja seni telah kehilangan panggung, praktis beserta pendapatannya. Kondisi ini, kata dia, akan terjadi sekurang-kurangnya hingga September nanti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.