PLN Gratiskan Listrik untuk UMKM selama 6 Bulan, Begini Caranya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemeriksaan dan pencatatan meteran listrik. TEMPO/Tony Hartawan

    Pemeriksaan dan pencatatan meteran listrik. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN membebaskan tarif listrik bagi pelanggan golongan bisnis usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) yang menggunakan listrik 450 VA. Kebijakan ini merupakan lanjutan dari putusan sebelumnya yakni pembebasan dan pemberian diskon bagi pelanggan rumah tangga. 

    Executive Vice President Communication & CSR PLN I Made Suprateka menjelaskan, mekanisme penggratisan listrik untuk pelanggan golongan bisnis kecil B1/450 VA dan industri kecil I1/450 VA akan menggunakan cara yang sama dengan pendistribusian pembebasan listrik untuk golongan rumah tangga.

    "Tahap pertama untuk golongan rumah tangga, sudah terdistribusikan seluruhnya kepada pelanggan yang berhak menerima,” kata Made Suprateka melalui keterangan tertulis, Sabtu, 2 Mei 2020. Kebijakan untuk golongan bisnis skala kecil dan industri kecil ini akan berlaku selama 6 bulan, terhitung mulai bulan Mei 2020.

    Untuk pelanggan bisnis dan industri 450 VA pascabayar, secara otomatis tagihan untuk pemakaian pada rekening bulan Mei sampai dengan Oktober adalah nol rupiah. Sedangkan untuk pelanggan yang menggunakan token listrik, mendapat token gratis yang diperoleh baik melalui situs  www.pln.co.id maupun aplikasi Whatsapp ke nomor 0812-2-123-123.

    Untuk mendapatkan token gratis melalui WhatsApp  akan memerlukan waktu beberapa hari. Pasalnya, PLN harus memasukkan database penerima yang berhak ke dalam sistem sehingga tepat sasaran.

    Jumlah database pelanggan yang harus dimasukkan ke dalam sistem kurang lebih sekitar 500 ribu ID pelanggan, dan dalam 12 jam, semua pelanggan dengan token listrik sudah dapat token gratisnya. "Paling lambat hari ini, 3 Mei 2020, seluruh pelanggan yang berhak dipastikan sudah dapat mengakses token yang diterima ke dalam meterannya dan menikmati listrik gratis," ucap Made Suprateka.

    Lebih lanjut, pelanggan dapat mengirimkan nomor ID ke nomor tersebut melalui aplikasi Whatsapp. Jika data pelanggan tersebut cocok sesuai dengan kriteria penerima program gratis listrik, maka akan mendapatkan token dan langsung bisa digunakan.

    Distribusi token juga akan dilakukan dengan bekerja sama dengan perangkat desa untuk menjangkau pelanggan-pelanggan usaha dan industri yang kesulitan untuk mengakses jaringan internet. Program listrik gratis selama 6 bulan ini diharapkan dapat membuat para pelaku bisnis skala kecil ini tetap bertahan di masa pandemi Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.