Pendaftar Kartu Prakerja di Mataram 10.413 Orang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kartu Prakerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Kartu Prakerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Mataram - Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencatat pendaftar Kartu Prakerja di Ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat 10.413 orang, baik yang melalui "online" maupun "offline".

    "Masyarakat yang mendaftar 'offline' melalui kantor kami ada sekitar 7.000 orang, sisanya mendaftar langsung melalui 'online'," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram Hariadi di Mataram, Kamis, 30 April 2020.

    Menurut dia, meskipun berbagai proses tahapan pendaftaran kartu prakerja sudah rampung, hingga saat ini belum ada informasi berapa pendaftar yang bisa terakomodasi mendapatkan kartu prakerja pada tahap pertama ini.

    "Dalam hal ini kami sifatnya menunggu keputusan dari pemerintah, siapa dan berapa yang berhak dapat Kartu Prakerja tahap pertama. Informasinya, untuk tahap pertama, pemerintah akan meluncurkan 1 juta kartu prakerja se-Indonesia," katanya.

    Artinya, dari sebanyak 10.413 orang yang sudah mendaftar dari Kota Mataram kemungkinan akan terakomodasi secara bertahap. Sebab pemberian kartu prakerja dilakukan secara bertahap hingga mencapai angka 5.000 se-Indonesia.

    Karena itu, bagi masyarakat yang sudah mendaftar ditahap pertama namun tidak terakomodasi, bisa melakukan pendaftaran kembali pada tahap berikutnya.

    "Kalau daerah yang diminta untuk mengakomodasi yang tidak terakomodasi pemerintah pusat, tentu anggaran kami tidak mampu. Apalagi, kartu prakerja murni merupakan program pemerintah pusat," katanya.

    Sementara untuk pelaksanaannya, lanjut Hariadi, karena dana senilai Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan yang akan diberikan bagi setiap pemegang kartu prakerja langsung ke rekening masing-masing penerima, maka diperlukan petunjuk teknis terhadap pengawasannya.

    "Jangan sampai bantuan yang dihajatkan untuk peningkatan kompetensi penerima itu, disalahgunakan untuk hal-hal konsumtif," ujarnya.

    Hariadi menambahkan, para pendaftar kartu prakerja itu selain berasal dari karyawan yang dirumahkan sebagai dampak dari wabah Covid-19, berasal dari karyawan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) di luar Kota Mataram. Ada juga yang pengangguran terbuka.

    "Tapi siapapun mereka, selama memenuhi syarat bisa mendaftar langsung dan untuk penentuan dan kapan dimulainya tergantung dari pemerintah pusat. Kita sifatnya menunggu," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.