Jokowi Minta Gubernur Rancang Stimulus Terukur dan Transparan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keterangan pers terkait penangangan virus Corona di Istana Bogor, Jawa Barat, Ahad, 15 Maret 2020. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keterangan pers terkait penangangan virus Corona di Istana Bogor, Jawa Barat, Ahad, 15 Maret 2020. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta gubernur di setiap daerah merancang program untuk memperkuat berbagai program stimulus yang telah disiapkan pemerintah pusat. Stimulus tersebut dibutuhkan untuk menjaga perekonomian daerah agar tak terlalu terpuruk akibat pandemi virus Corona. 

    Hal ini disampaikan di acara Peresmian Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2020 yang diselenggarakan melalui video conference di Jakarta, Kamis, 30 April 2020.

    Jokowi menyatakan, penyiapan stimulus di daerah perlu dijalankan dengan skema yang jelas, transparan dan terukur, terutama terkait sektor apa saja, stimulus apa saja yang didapatkan, serta seberapa besar tenaga kerja yang dapat diselamatkan. "Semua harus dihitung. Jangan sampai hanya mau mendapat stimulus, tapi tetap PHK pekerjanya," katanya

    Selain itu, Kepala Negara juga meminta verifikasi dan evaluasi paket stimulus yang sudah diberikan sehingga benar-benar berdampak terhadap jutaan tenaga kerja yang bergantung pada sektor riil.

    Lebih jauh Jokowi menyebutkan saat ini Indonesia berada dalam kondisi tekanan luar biasa. Oleh karena itu dibutuhkan sinergi yang kuat, berupa kerja sama pemerintah pusat dan daerah, baik pemerintah provinsi, kabupaten kota sampai desa yang harus berjalan dalam satu visi, satu arah, satu kebijakan yang solid.

    Kalau ada masalah di lapangan, Jokowi minta ada perbaikan sesegera mungkin. "Sempurnakan bersama karena dalam situasi seperti ini tidak ada satu pun negara di dunia dari 213 negara yang betul-betul siap," ucapnya.

    Dengan begitu, Jokowi yakin dengan sinergi tersebut, berbagai dampak pandemi Corona ini dapat segera diatasi. "Masyarakat rentan bisa tertangani dengan baik dan kita bisa melewati badai ini dengan selamat," tuturnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.