Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Ancaman Krisis Pangan dan Energi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi saat blusukan di persawahan Nagari Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, 8 Februari 2018. Meski hujan deras mengguyur kawasan Nagari Limo Kaum, Jokowi tetap meninjau pembangunan saluran irigasi. Berikut foto-foto Jokowi saat kunjungan kerjanya di tengah hujan di beberapa daerah. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Jokowi saat blusukan di persawahan Nagari Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, 8 Februari 2018. Meski hujan deras mengguyur kawasan Nagari Limo Kaum, Jokowi tetap meninjau pembangunan saluran irigasi. Berikut foto-foto Jokowi saat kunjungan kerjanya di tengah hujan di beberapa daerah. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyoroti sejumlah masalah yang mungkin akan dihadapi Indonesia pada masa mendatang seperti krisis pangan, ketahanan energi dan sistem jaring pengaman sosial.

    "Saat ini hingga beberapa tahun ke depan ada banyak persoalan kita harus selesaikan. Sektor pangan misalnya FAO sudah memberikan peringatan akan terjadinya krisis pangan, bencana kelaparan yang mengancam dunia 135 juta orang terancam kelaparan atau bahkan mengalami lebih buruk dari itu," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 30 April 2020.

    Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2020 melalui video conference bersama dengan para menteri Kabinet Indonesia Maju, para kepala daerah serta para kepala Badan Pembangunan Daerah (Bappeda).

    "Karena itu ketersediaan pangan, food security, sangat penting bagaimana dengan kesiapan produksi pangan kita, bagaimana kesiapan industri pengolahan pasca panen, bagaimana efisiensi rantai pasok dan distribusi semua harus kita lihat lagi dan kita harus siapkan strategi besar menghadapi itu ke depan," ujar Jokowi.

    Selanjutnya di sektor ketahanan energi, Jokowi menyoroti naik-turunnya harga minyak mentah dunia. "Sektor energi juga demikian bagaimana di tengah volatilitas harga minyak mentah dunia saat ini yang tiba-tiba jatuh dari 60 (dolar AS) ke sekarang 20-an (dolar AS), itu sebuah volatilitas yang sangat besar sekali," katanya.

    Presiden Jokowi meminta agar para peserta Musrenbangnas harus merancang bagaimana strategi besar Indonesia ke depan untuk mengurangi ketergantungan energi fosil.

    "Ke mana arahnya apakah ke bio energy atau ke baterai? Ini akan menentukan arah riset dan pengembangan energi baru dan terbarukan," ujarnya.

    Secara khusus Presiden Jokowi memberikan perhatian khusus ke sistem jaring pengaman sosial khususnya dalam masa pandemi saat ini.

    "Masyarakat terdampak sangat banyak. Hampir semua sektor di Tanah Air, PHK, kehilangan pendapatan, pekerjaan, jumlah warga miskin meningkat karena itu kita perlu menyediakan bersama bagaimana model dan cara jaring pengaman sosial," kata Jokowi.

    Dia juga meminta agar bantuan sosial betul-betul efektif dan cepat sehingga setiap rupiah yang dikeluarkan sampai pada target dan sesuai pada sasaran. "Bagaimana terdapat data akurat yang transparan dan akuntabel, setiap saat bisa dilihat bisa diketahui sehingga dapat dikoreksi dengan cepat kalau terjadi kesalahan sehingga kita dapat pastikan penerima adalah orang yang berhak dan benar-benar membutuhkan," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.