PUPR Tawarkan 6 Proyek Jalan Tol Senilai Rp 80,26 T ke Investor

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020. Rapat tersebut membahas persiapan infrastruktur dan transportasi pendukung di lima destinasi prioritas wisata nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020. Rapat tersebut membahas persiapan infrastruktur dan transportasi pendukung di lima destinasi prioritas wisata nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menawarkan enam proyek pembangunan jalan tol dengan total nilai Rp 80,26 triliun kepada investor dalam penjajakan pasar (market sounding) yang digelar secara virtual, Kamis, 30 April 2020. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan proyek ini akan terealisasi setelah pandemi virus Corona usai.

    "Apa yang dikerjakan sekarang adalah bagian untuk menyiapkan take off kelar pandemi nanti," ujar Basuki dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual, Kamis pagi.

    Adapun enam proyek yang ditawarkan adalah Jalan Tol Semanan-Balaraja dengan biaya investasi Rp 15,5 triliun. Saat ini, proyek tersebut siap dilelang. Selanjutnya, Jalan Tol Cikunir-Ulujami dengan nilai investasi Rp 21,56 triliun yang sedang melalui proses peninjauan (review) dokumen lelang.

    Kemudian, Jalan Tol Sentul Selatan-Kawarang Barat senilai Rp 15,3 triliun yang dokumennya sedang di-review untuk lelang, Jalan Tol Patimban senilai Rp 7,5 triliun yang tengah melalui proses penyusunan dokumen lelang, dan Jalan Tol Semarang-Harbour dengan investasi Rp 11,7 triliun yang sedang melalui proses evaluasi dokumen prastudi kelayakan.

    Terakhir, proyek yang ditawarkan Kementerian adalah Jalan Tol Batam-Bintan dengan investasi senilai Rp 8,7 triliun. Proyek ini tengah melalui proses penyusunan dokumen prastudi kelayakan.

    Basuki mengatakan keenam proyek tersebut memiliki potensi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Ia mencontohkan Jalan Tol Akses Patimban. Menurut Basuki, Jalan Tol ini dibangun untuk menyiapkan akses kendaraan ke Pelabuhan Patimban yang sebentar lagi akan menjadi pusat layanan logistik di Pulau Jawa.

    "Di sepanjang Patimban juga akan muncul kawasan industri baru. Ini akan sangat menguntungkan bagi akses Jalan Tol Patimban," tuturnya.

    Sedangkan Jalan Tol Semarang-Harbour, kata Basuki, nantinya akan menghubungkan kawasan strategis Kendal dan Pelabuhan Tanjung Mas serta menghubungkan Jalan Tol Semarang dan Demak. Sedangkan Jalan Tol Batam-Bintan digadang-gadang bakal mampu mendukung pertumbuhan pariwisata dan mendatangkan turis dari Singapura.

    Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya akan mendukung investor dengan pelonggaran sejumlah perizinan. "Siapa pun pemenangnya, ami juga akan memberikan tax holiday, kemudahan impor barang modal, dan tax allowance,: ucapnya.

    Namun, Bahlil memastikan seluruh investasi yang masuk, baik dalam negeri maupun modal asing, akan dikolaborasikan dengan pengusaha lolas serta UMKM. "Semua investasi yang masuk harus berpatner dengan pengusaha lokal," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.