Garuda: Tiket Umrah Haji Bisa Dijadwal Ulang, Tak Ada yang Rugi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) berada di  pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat, 24 April 2020.  KBRI Colombo merepatriasi 335 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Virus Corona (COVID-19). ANTARA/KBRI Colombo

    Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) berada di pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat, 24 April 2020. KBRI Colombo merepatriasi 335 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Virus Corona (COVID-19). ANTARA/KBRI Colombo

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memastikan semua tiket penerbangan untuk umrah dan haji bisa dijadwalkan ulang setelah pandemi Virus Corona berlalu. Pasalnya, sejak Februari lalu Arab Saudi memutuskan untuk menunda izin kunjungan umrah ke negaranya untuk mencegah penularan COVID-19. 

    "Umrah dan haji, travel dan kami sepakat tidak ada yang dirugikan, semua tiket bisa di-reschedule dan tidak ada lagi deposit untuk haji," ujar Irfan dalam rapat bersama komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Rabu, 29 April 2020.

    Irfan mengatakan pihaknya dan para penyelenggara perjalanan haji dan umrah sudah saling paham bahwa kondisi pagebluk ini berdampak bagi keberjalanan industri saat ini. Sehingga, kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi dampak ekonomi yang lebih dalam dari kondisi ini. "Jadi clear, kami sama-sama dalam kondisi susah semua, sehingga semua tiket bisa di-rechedule."

    Nasib penerbangan haji dan umrah sebelumnya diungkit oleh anggora komisi VI DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Melani Leimena Suharli. Ia mengatakan saat ini para penyelenggara haji dan umrah penghasilnya seret akibat wabah. "Mereka penghasilannya nol," ujar dia. Untuk itu, ia merasa perlu ada kebijakan dari sisi penerbangan untuk mendukung para pelaku travel umrah dan haji.

    Sebelumnya, Serikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia alias Sapuhi mencatat hampir 100 persen biro umrah dan haji anggotanya telah menutup operasi dan merumahkan pegawainya. Hal itu merupakan imbas dari mewabahnya virus Corona alias COVID-19.

    "Saat ini statusnya masih tutup sementara apabila kondisi seperti ini masih kisaran enam bulan, kalau lebih dari itu bisa bangkrut," ujar Ketua Umum Sapuhi Syam Resfiadi kepada Tempo, Senin, 13 April 2020.

    Saat ini, Sapuhi beranggotakan 235 perusahaan biro perjalanan. Syam memperkirakan, dari seluruh biro perjalanan di Tanah Air, setidaknya ada 10.000 karyawan yang bakal terimbas kalau wabah corona ini berkepanjangan dan tak kunjung reda.

    Kegiatan umrah mulai melandai sejak Arab mengumumkan penutupan kunjungan ke negaranya pada Februari lalu. Adapun untuk haji belum ada kepastian apakah akan diselenggarakan atau tidak pada tahun ini. Melihat situasi terkini, Syam pesimistis perjalanan haji bisa berlangsung. Sebab, ia melihat persebaran wabah di sana pun cukup besar angkanya.

    Sementara nasib perjalanan haji belum jelas, Syam mengatakan para pelaku biro umrah masih diam dan menunggu. "Kalau sampai pertengahan Ramadan tidak ada izin haji, ya kami semakin diam," tutur dia. Apabila perjalanan ini akan tertunda juga, maka selayaknya umrah, jadwal perjalanan haji bisa ditunda ke periode berikutnya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.