Kemenkeu Terbitkan SBSN Rp 46,49 Triliun via Private Placement

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Kementerian Keuangan atau Kemenkeu. Dok TEMPO

    Gedung Kementerian Keuangan atau Kemenkeu. Dok TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Keuangan atau Kemenkeu telah melakukan transaksi surat berharga syariah negara atau SBSN dengan skema private placement dengan jumlah total Rp 46,49 triliun pada Senin lalu, 27 April 2020.

    Surat berharga syariah negara (SBSN) yang diterbitkan terdiri atas tiga seri project based sukuk (PBS). Pertama, PBS003 dengan nilai nominal Rp 11,6 triliun berjenis fixed rate dan dapat diperdagangkan yang akan jatuh tempo 15 Januari 2027. Seri itu memiliki imbal hasil 7,79 persen dan tingkat imbalan atau kupon 6,00 persen per tahun.

    Kedua, PBS017 dengan nilai nominal Rp 30,33 triliun berjenis fixed rate dan dapat diperdagangkan yang akan jatuh tempo 15 Oktober 2025. Seri itu memiliki imbal hasil 7,63 persen dan tingkat imbalan atau kupon 6,125 persen per tahun.

    Ketiga, PBS027 dengan nilai nominal Rp4,56 triliun berjenis fixed rate dan dapat diperdagangkan yang akan jatuh tempo 15 Mei 2023. Seri itu memiliki imbal hasil 6,55 persen dan tingkat imbalan atau kupon 6,50 persen per tahun.

    Dengan demikian, total nilai penerbitan senilai Rp 46,49 triliun. Settlement transaksi akan dilakukan pada 4 Mei 2020.

    Sebelumnya, Kementerian Keuangan telah melakukan transaksi penerbitan surat utang negara dengan skema private placement senilai Rp 62,62 triliun pada Senin lalu. SUN yang diterbitkan terdiri atas tiga seri obligasi negara. Pertama, FR0084 dengan total nominal Rp 37,87 triliun berjenis fixed rate.

    FR0084 memiliki kupon 7,25 persen dan imbal hasil atau yield 7,37 persen. Seri itu akan jatuh tempo pada 15 Februari 2026.

    Kedua, FR0085 dengan total nominal Rp21,17 triliun berjenis fixed rate. Seri itu memiliki kupon 7,75 persen dan yield 7,86 persen yang akan jatuh tempo pada 15 April 2031.

    Ketiga, VR0033 dengan total nominal Rp3,56 triliun berjenis variable rate. Kupon seri itu diatur dengan mengacu kepada Bank Indonesia 7-Day Reverse Repo Rate + 4 basis points (bps) dan untuk kupon tiga bulan pertama sebesar 4,54 persen.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.