Bank Mayapada Beli 3 Gedung Senilai Rp 3,5 Triliun

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Mayapada Group Dato Sri Tahir menyampaikan keterangan kepada wartawan setelah menukarkan uang dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura ke rupiah lewat Bank Indonesia, Jakarta, Senin, 15 Oktober 2018. Seperti dikutip dari Forbes, Dato Sri Tahir masuk ke deretan orang terkaya RI dan dunia dengan kekayaannya yang ditaksir mencapai US$ 3,7 miliar. TEMPO/Tony Hartawan

    CEO Mayapada Group Dato Sri Tahir menyampaikan keterangan kepada wartawan setelah menukarkan uang dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura ke rupiah lewat Bank Indonesia, Jakarta, Senin, 15 Oktober 2018. Seperti dikutip dari Forbes, Dato Sri Tahir masuk ke deretan orang terkaya RI dan dunia dengan kekayaannya yang ditaksir mencapai US$ 3,7 miliar. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mayapada International Tbk. (MAYA) melakukan transaksi afiliasi berupa pembelian aset tiga gedung di Jakarta, Surabaya dan Bali senilai Rp 3,5 triliun.

    Ketiga gedung itu adalah Menara Topas di Jakarta, Gedung Perkantoran di Mayapada Complex Surabaya, dan Gedung Plaza Bali dengan nilai masing-masing Rp 1,5 triliun, Rp 1 triliun dan Rp 1 triliun. Hal tersebut tercantum dalam keterbukaan informasi perseroan di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 28 April 2020.

    Transaksi pembelian aset ini merupakan afiliasi lantaran ketiga gedung itu dimiliki oleh Dato' Sri Tahir dan keluarganya. Dia juga merupakan pemegang saham Bank Mayapada bersama PT Mayapada Karunia dan PT Mayapada Kasih.

    Manajemen menyebutkan pembelian atas gedung-gedung itu lantaran telah lama disewa oleh perseroan dan digunakan  sebagai kantor cabang untuk melaksanakan kegiatan utama. Gedung yang terletak di Bali, misalnya, akan digunakan sebagai kantor cabang utama MAYA di Bali. 

    Transaksi tersebut memberikan manfaat yang besar bagi perseroan karena dengan transaksi pembelian ini perseroan tidak perlu lagi menyewa kantor-kantor tersebut. "Dan perseroan memiliki kepastian untuk pemanfaatan secara jangka panjang untuk mendukung usaha perseroan," kata manajemen Bank Mayapada dalam keterbukaan informasi tersebut.

    Meski menggunakan kas internal, kata Bank Mayapada, transaksi yang dilakukan pada 24 April 2020 itu tidak akan mengganggu kondisi keuangan perseroan. "Dana pembelian yang diterima oleh penjual tersebut disetorkan kembali kepada perseroan sebagai dana setoran modal perseroan. Dengan demikian, transaksi itu tidak mengganggu kondisi keuanagan perseroan dan memperkuat permodalan perseroan."

    Dalam laporan publikasi kuartal ketiga 2019 Bank Mayapada, dilaporkan perseroan memiliki aset tetap dan inventaris senilai Rp 1,9 triliun. Adapun, total aset Bank Maya pada termasuk kreditnya mencapai Rp 92,22 triliun.

    Selain itu, pada tanggal yang sama 24 April 2020, pemegang saham Bank Mayapada juga merealisasikan setoran modal sebesar Rp 252,08 miliar yakni dari PT Mayapada Karunia dan PT Mayapada Kasih, masing-masing sebesar Rp 230 miliar dan Rp 22,08 miliar.

    "Penempatan kembali dana tersebut dikarenakan bank telah membenahi administrasi dan revisi rencana bisnis bank terkait penambahan modal," kata Direktur Utama Bank Mayapada Hariyono Tjahjarijadi dalam keterbukaan informasi tersebut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.