Pemerintah Beri Bantuan Tunai Rp 600 Ribu Bagi Petani Miskin

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Air keluar dari pipa yang terbuat dari bambu air untuk mengairi areal sawah di Desa Manggungsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, 9 Juli 2019. Satu kincir air bisa mengairi sekitar setengah hektare lahan sawah. Sejauh ini para petani di sana sudah membangun tiga unit kincir air yang rata-rata berdiameter 5-5,5 meter. ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI

    Air keluar dari pipa yang terbuat dari bambu air untuk mengairi areal sawah di Desa Manggungsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, 9 Juli 2019. Satu kincir air bisa mengairi sekitar setengah hektare lahan sawah. Sejauh ini para petani di sana sudah membangun tiga unit kincir air yang rata-rata berdiameter 5-5,5 meter. ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah memutuskan akan memberikan bantuan langsung tunai atau BLT sebesar Rp 600.000/bulan bagi 2,44 juta petani yang tercatat masuk dalam kategori miskin.

    Keputusan ini diambil dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo dengan topik pembahasan lanjutan antisipasi kebutuhan pokok, Selasa, 28 April 2020.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto mengatakan, bantuan langsung tunai tersebut diberikan sebagai insentif bagi para petani agar tetap bisa menanam di periode berikutnya.

    “BLT sebesar Rp600 ribu ini, sebanyak Rp300 ribu merupakan bantuan tunai dan Rp300 ribu sarana prasarana produksi pertanian,” ujar Airlangga via telekonferensi usai menggelar rapat dengan presiden, Selasa, 28 April 2020. 

    Airlangga mengatakan, insentif bagi para petani ini akan diberikan selama periode tiga bulan. “Dan teknisnya nanti akan segera diumumkan oleh Kementerian Pertanian,” ujar bekas Menteri Perindustrian ini. 

    Presiden Jokowi sebelumnya meminta jajarannya memastikan bahwa program stimulus ekonomi menjangkau para petani.

    “Pastikan program stimulus ekonomi benar-benar menjangkau yang berkaitan dengan produksi beras kita, artinya menjangkau petani kita,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas lanjutan pembahasan antisipasi kebutuhan pokok via telekonferensi dari Istana Bogor, Selasa, 28 April 2020.

    Presiden meminta jajarannya agar menjaga terus produksi pangan untuk memasok kebutuhan domestik. Dia ingin agar produksi pangan tetap berjalan normal. “Pastikan petani tetap berproduksi,” ujarnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.