Harga Gula Capai Rp 17 Ribu per Kg, Ini Rencana Mendag

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menimbang gula pasir eceran di Pasar Senen, Jakarta, Seni, 16 Maret 2020. Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan kembali menerbitkan Surat Perizinan Impor (SPI) untuk 550 ribu ton gula. Langkah impor dilakukan, karena menurut Suhanto, harga gula di pasar masih terbilang cukup tinggi yakni sekitar Rp 20 ribu per kilogram. TEMPO/Tony Hartawan

    Pedagang menimbang gula pasir eceran di Pasar Senen, Jakarta, Seni, 16 Maret 2020. Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan kembali menerbitkan Surat Perizinan Impor (SPI) untuk 550 ribu ton gula. Langkah impor dilakukan, karena menurut Suhanto, harga gula di pasar masih terbilang cukup tinggi yakni sekitar Rp 20 ribu per kilogram. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto berjanji bakal menindak tegas distributor yang menjual gula di atas harga eceran tertinggi. Dia menilai saat ini harga gula yang mencapai Rp 17 ribu per kilogram sudah tinggi.

    "Segala yang melanggar telah memasarkan harga di atas HET terlalu tinggi, ini akan ditindak tegas," kata Agus dalam pertemuan virtual Selasa, 28 April 2020.

    Saa ini langkah awal dengan memberi imbauan. Bila ternyata sudah terjadi harga semakin tinggi, maka ada tindakan tegas.

    Harga yang tinggi, kata dia, mengganggu situasi perdagangan pangan. "Karena gula termasuk bahan pokok. Sekali tetap ada tindakan atau sanksi yang diberikan apabila pelanggaran itu tidak sesuai dengan hukum-hukum yang berlaku," ujarnya.

    Dia juga mengatakan Kemendag saat ini telah membentuk tim monitoring beserta Satgas Pangan untuk mengawasi jalannya pelaksanaan itu semua. Agus mengatakan pada awal bulan Ramadan harga gula semakin tinggi. Bahkan kata dia, harga gula hingga sampai di konsumen telah mencapai Rp 17.000 per kilogram.

    "Harga dari produsen ini di bawah Rp 12 ribu sudah dilepas dan sampai ke konsumen ini, kalau sampai Rp 17 ribu ini bagi saya sudah keliatan tidak sehat," ujar dia.

    Berdasarkan data Satgas Pangan, kata dia, ada temuan pelelangan sebesar Rp 12.900 per kg. Hal itu kata dia, sehingga menimbulkan harga ke distributor Rp 15 ribu dan harga ke agen lebih dari Rp 15 ribu.

    "Ujungnya di pasaran sekitar Rp 17 ribu," ujarnya.

    Untuk itu, dia menghimbau yang mengadakan pelelangan tidak boleh melebihi harga eceran tertinggi (HET) di konsumen. Terutama, himbauan itu untuk produsen yang membuat harga-harga menjadi tidak stabil.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.