Efek Corona, Industri Alat Musik dan Olahraga Lakukan Penyesuaian

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Sabtu, 27 April 2019.

    Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Sabtu, 27 April 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat beberapa sektor industri aneka yang terimbas pandemi virus corona Covid-19 melakukan penyesuaian bisnis. Industri tersebut di antaranya industri alat musik, industri alat olahraga, dan industri alat tulis.

    “Secara umum industri aneka masih tetap melakukan aktivitas produksi meskipun dengan melakukan beberapa penyesuaian sesuai kondisi perusahaan,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih lewat keterangannya di Jakarta, Selasa, 28 April 2020.

    Dari data Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin ditemukan bahwa beberapa industri aneka di dalam negeri mengalami penurunan utilitas produksi akibat merosotnya permintaan secara global.

    Selain itu, timbul kekhawatiran terhadap pemenuhan bahan baku yang berasal dari impor, terutama dari negara-negara yang menerapkan karantina wilayah (lockdown).

    Berdasarkan informasi dari dua perusahaan alat olahraga, yaitu PT Pembina Hyose di Bogor dan PT Inkor Bola Pasific di Surabaya, mereka menghentikan produksi dan meliburkan karyawan sampai situasi kondusif.

    Sedangkan perusahaan alat tulis PT AW Fiber Castle Indonesia melaporkan mereka dan beberapa industri alat tulis lainnya masih tetap beroperasi dengan menyesuaikan kondisi wilayah dan beberapa kebijakan dari perusahaan. Di antaranya pengaturan jadwal masuk dan libur karyawan, kewajiban pemakaian masker dan penyanitasi tangan, serta pemberian vitamin kepada karyawan.

    “Terjadi beberapa penurunan pemesanan karena beberapa buyer negaranya mengalami lockdown, sebagian pengiriman dijadwalkan ulang dan sebagian dibatalkan,” ujar Gati.

    Gati mengatakan kendala bahan baku sudah dirasakan sejak wabah Covid-19 terjadi di Cina, sehingga pasokan bahan baku untuk kebutuhan ekspor produk Tanah Air tidak dapat dipenuhi.

    Kemenperin mencatat hingga 2019, sebanyak 639 perusahaan yang tergolong sektor industri aneka, baik itu skala menengah dan besar. Dari jumlah perusahaan tersebut, tenaga kerja yang terserap mencapai 160 ribu orang.

    Adapun nilai ekspor industri aneka, mampu menembus US$ 4,23 miliar sepanjang 2018 dengan menunjukkan neraca positif dibandingkan nilai impornya sekitar US$ 2,41 miliar.

    Sedangkan, nilai ekspor dari industri aneka pada periode Januari-September 2019 mencapai US$ 3,35 miliar, naik dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang menyentuh angka US$ 3,04 miliar.

    Kemenperin juga mencatat nilai investasi di sektor industri aneka dari tahun 2014 hingga triwulan II tahun 2019 telah menembus Rp 1,48 triliun. Capaian ini menunjukkan bahwa industri aneka merupakan sektor yang potensial dan prospektif untuk terus dikembangkan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi dan Fakta-fakta Penembakan di Exit Tol Bintaro

    Terjadi insiden penembakan di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, pada Jumat malam, 26 November 2021. Salah satu dari korban meninggal dunia.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)