Bangun Infrastruktur Labuan Bajo, Pemerintah Siapkan Rp 1,3 T

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pemerintah akan giat mempromosikan pariwisata di dalam negeri setelah ITB Berlin dibatalkan. Salah satunya destinasi yang gencar dipromosikan adalah Labuan Bajo yang terkenal dengan pemandangan senjanya. Dok. Kemenparekraf

    Pemerintah akan giat mempromosikan pariwisata di dalam negeri setelah ITB Berlin dibatalkan. Salah satunya destinasi yang gencar dipromosikan adalah Labuan Bajo yang terkenal dengan pemandangan senjanya. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan dana Rp 1,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur di lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

    Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dulla mengatakan,  pembangunan infrastruktur untuk KSPN Labuan Bajo meliputi bidang sumber daya air, pembangunan jalan, jembatan, pemukiman dan bidang perumahan.

    "Pembangunan infrastruktur untuk KSPN Labuan Bajo pada  2020 sangat besar. Pembangunan tersebut meliputi bidang Jalan, jembatan, air, permukiman dan bidang perumahan. Kami sudah meninjau beberapa lokasi yang segera dibangun infrastrukturnya," kata Gusti Dulla dalam keterangan tertulis, Ahad 26 April 2020.

    Menurut mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Ende itu, untuk pembangunan infrastruktur bidang sumber daya air dialokasikan dana sebesar Rp 67,7 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi pembangunan sarana-prasarana pengaman Pantai Loh Buaya, Pulau Rinca.

    Selain itu kata Gusti, pembangunan bidang jalan dan jembatan, peningkatan jalan kawasan pariwisata Waecicu dan pembangunan jalan akses Pelabuhan mendapat alokasi anggaran Rp 420,1 miliar. Sementara itu untuk bidang permukiman mendapat alokasi dana yang cukup besar yaitu mencapai Rp 646,3 miliar, untuk penataan kawasan pantai Marina-Bukit Pramuka dan penataan kawasan Puncak Waringin.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.