Indef: Jokowi dan Luhut Paling Banyak Dapat Sentimen Negatif

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kiri) dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan peninjauan kesiapan Bandara dalam menghadapi COVID-19 di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 13 Maret 2020. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kiri) dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan peninjauan kesiapan Bandara dalam menghadapi COVID-19 di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 13 Maret 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menggelar riset mengenai sentimen publik di Twitter terhadap jajaran pemerintah dalam penanganan Covid-19. Hasilnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi yang paling banyak diperbincangkan dan mendapat sentimen negatif dari warganet.

    “Dengan 22.574 perbincangan dan 88 persen sentimen negatif,” kata peneliti Indef Datalyst Center, Imam Maulana, dalam webinar di Jakarta, Minggu, 26 April 2020. Adapun topik utama perbincangan yaitu seputar Kartu Prakerja dan Stafsus Milenial.

    Dalam riset ini, Indef mengumpulkan 476.696 perbincangan yang dihasilkan oleh 397.246 pengguna Twitter. Rentang waktu yang diambil yaitu selama satu bulan, dari 27 Maret 2020 sampai 25 April 2020.

    Kedua kebijakan ini sebelumnya menjadi perbincangan publik. Kartu Prakerja misalnya, menuai pro-kontra, salah satunya karena dengan keterlibatan startup Ruangguru. Keberadaan pendirinya Adamas Belva Syah Devara dianggap memicu konflik kepentingan. 

    Belakangan Belva mengundurkan diri. Lalu, stafsus lain Andi Taufan Garuda Putra juga mengundurkan diri setelah surat permintaannya kepada camat se-Indonesia muncul di publik. Dalam surat itu, Andi meminta dukungan untuk perusahaannya Amartha Mikro Fintek, yang ikut membantu menangani Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.