Harga Minyak Anjlok, Arcandra Tahar: Harga Gas Belum Tentu Turun

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar memberikan keterangan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di kantor pusat PT PGN di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020. Ia juga memohon dukungan kepada seluruh direksi dan komisaris agar bisa bekerja sama dengan lebih baik untuk meningkat kinerja PGN. TEMPO/Tony Hartawan

    Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar memberikan keterangan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di kantor pusat PT PGN di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020. Ia juga memohon dukungan kepada seluruh direksi dan komisaris agar bisa bekerja sama dengan lebih baik untuk meningkat kinerja PGN. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar memberi penjelasan soal hubungan antara harga minyak mentah dengan harga gas alam. Keduanya, kata Arcandra, belum tentu akan berjalan linier karena penentuan harga gas alam yang berbeda-beda.

    “Bagi yang berkontrak dengan harga yang tidak berhubungan dengan harga crude oil, maka harga gas alam tidak terpengaruh (turunnya harga minyak mentah),” kata Arcandra dalam akun instagramnya di Jakarta, Minggu, 26 April 2020.

    Sebaliknya, bagi yang berkontrak mengikuti harga minyak mentah dunia, maka harga gas alam akan terpengaruh. Namun, gas alam yang dimaksud Arcandra dalam penjelasannya ini tidak termasuk Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang kini menjadi sumber energi bagi jutaan rumah tangga di Indonesia.

    Arcandra menjelaskan, di industri gas alam, ada empat mekanisme dalam menentukan harga di pasar. Ada yang terkait harga minyak mentah, dan ada yang tidak. Pertama untuk harga gas yang dikaitkan dengan harga minyak mentah,  misalnya, harga gas per mmbtu adalah 11 persen dari harga minyak mentah.

    Kedua, harga gas yang dibuat sama sepanjang tahun dan tidak tergantung fluktuasi harga minyak mentah. Misalnya harga flat US$ 6 per mmbtu. Ketiga, harga yang ditetapkan berdasarkan harga dasar ditambah dengan eskalasi setiap tahunya dan tidak tergantung crude oil. “Misalnya harga gas alam sama dengan US$ 6 per mmbtu ditambah 3 persen eskalasi per tahun,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.