ASDP: Tidak Ada Penutupan Penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara mobil antre saat akan memasuki Kapal Roro di Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Lampung, Minggu, 9 Juni 2019. Direktur Utama PT ASDP Ira Puspa Dewi menyatakan jumlah pemudik roda empat yang sudah melakukan penyebErangan ke pulau Jawa sudah mencapai 38.110 mobil atau 38 persen. ANTARA

    Pengendara mobil antre saat akan memasuki Kapal Roro di Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Lampung, Minggu, 9 Juni 2019. Direktur Utama PT ASDP Ira Puspa Dewi menyatakan jumlah pemudik roda empat yang sudah melakukan penyebErangan ke pulau Jawa sudah mencapai 38.110 mobil atau 38 persen. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry memastikan saat ini penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Provinsi Lampung beroperasi seperti biasa. 

    “Untuk Pelabuhan Bakauheni tidak ada penutupan. Nggak ada arahan penutupan atau pembatasan,” kata Humas PT ASDP Cabang Bakauheni Saifulahil Maslul Harahap saat dihubungi dari Bandar Lampung, Sabtu 25 April 2020.

    Menurutnya, sampai saat ini aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni masih berjalan normal. Pelabuhan Bakauheni Tidak Ditutup

    Dia menuturkan wewenang untuk menyetop kendaraan roda dua dan empat yang akan menyeberang itu adalah hak dari pihak pengamanan dan bukan wewenang dari ASDP.

    "Bila ada penumpang yang beli tiket ya kami seberangkan, karena tugas kami hanya sebagai pelayanan. Jadi aktivitas kapal seperti biasanya, walaupun untuk angkutan barang dan kebutuhan logistik lebih diprioritaskan," katanya

    Saiful mengungkapkan bahwa dari informasi yang diperoleh untuk Pelabuhan Merak kemungkinan ada pembatasan.

    “Cuma untuk di (Pelabuhan) Merak mungkin ada pembatasan karena di sana kan zona merah. Tren mudik juga itu kan dari Jawa ke Sumatera. Kalau di Merak bisa jadi dilakukan pembatasan,” kata Saiful.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).