Lawan Corona, Penerima Satu Indonesia Awards Beri Bantuan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2015 kategori Kewirausahaan asal Banyumas, Jawa Tengah, Resika Caesaria (kedua kiri) membagikan hazmat ke salah satu rumah sakit di Purwokerto, Jawa Tengah. Total ada 1.000 hazmat dan 13.000 masker yang Resika bagikan ke berbagai institusi di Banyumas. Bantuan ini merupakan hasil dari penggalangan dana ke masyarakat dan juga dari usaha cimol milik Resika.

    Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2015 kategori Kewirausahaan asal Banyumas, Jawa Tengah, Resika Caesaria (kedua kiri) membagikan hazmat ke salah satu rumah sakit di Purwokerto, Jawa Tengah. Total ada 1.000 hazmat dan 13.000 masker yang Resika bagikan ke berbagai institusi di Banyumas. Bantuan ini merupakan hasil dari penggalangan dana ke masyarakat dan juga dari usaha cimol milik Resika.

    TEMPO.CO, Jakarta - Para penerima Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia alias Satu Indonesia Awards memberikan bantuan dalam berbagai produk dan aksi guna menanggulangi Virus Corona alias COVID-19. 

    Muhammad Aripin dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, misalnya,  menginisiasi pembuatan masker kain dan dibagikan secara gratis. Sampai saat ini sudah lebih dari 15.000 masker kain ia bagikan. Harapannya pun bergantung pada para penjahit binaannya.

    "Kami bagikan masker kain ke keluarga pasien rumah sakit, petugas kebersihan, pengemudi ojek online, wartawan, kepolisian, dan siapapun yang perlu. Alhamdulillah, sehari bisa lebih dari 400 masker kain dibagikan,” ujar Aripin, salah satu penerima apresiasi Satu Indonesia Awards tahun 2016 kategori Kewirausahaan, dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 April 2020.

    Aripin mendirikan Rumah Kreatif dan Pintar, sebuah yayasan yang fokus pada pemberdayaan kaum marjinal, termasuk penjahit penyandang disabilitas tuna rungu.

    Serupa dengan gerakan Aripin, ada pemuda bernama Trisno, penerima apresiasi Satu Indonesia Awards 2015 kategori Lingkungan, di kaki Gunung Telomoyo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ia juga membuat gerakan mencegah penyebaran COVID-19 agar tidak masuk ke desanya.

    Trisno, yang merupakan penggerak Kampung Berseri Astra Desa Wisata Tanon, gencar bergerak membuat program edukasi warga untuk mencegah penyebaran COVID-19 baik di tingkat masyarakat maupun jajaran pemerintah daerah. Edukasinya meliputi bagaimana menghitung kekuatan dan kebutuhan logistik masyarakat, termasuk mengedukasi perencanaan keuangan jika terjadi kondisi yang betul-betul darurat.

    Dia juga menyebarkan informasi dan mengumpulkan data masyarakat dengan menggunakan teknologi terkini seperti tautan Google Forms dan voice notes yang mudah disebar melalui aplikasi WhatsApp. Ia juga membuka program relawan, dan sampai saat ini telah terkumpul lebih dari 20 orang untuk satu desa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.