XL Axiata Prediksi Larangan Mudik Dongkrak Penggunaan Video Call

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hubungan jarak jauh/video chatting/calling. Shutterstock.com

    Ilustrasi hubungan jarak jauh/video chatting/calling. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Bandung - Larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah diperkirakan mendorong masyarakat memanfaatkan silaturahmi virtual, melalui layanan video call dan video conference.

    "Kami memprediksi, pada Lebaran tahun ini trafik layanan data XL Axiata akan meningkat 15 hingga 20 persen dibandingkan realisasi trafik layanan data pada periode bekerja dan belajar dari rumah," kata Plt Chief Techology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, Kamis, 23 April 2020.

    Menurut dia, saat ini trafik layanan data periode bekerja dan belajar dari rumah selama wabah Covid-19 sudah mencapai puncaknya, dengan kenaikan mencapai 18 persen dibandingkan hari normal.

    "Dan khusus untuk regional central, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan sebagian Kalimantan, kenaikan trafik layanan data saat ini sudah mencapai 15,5 persen hari normal," kata Darmayusa.

    XL Axiata memprediksi, puncak trafik ini akan bertahan hingga Ramadan dan akan kembali melonjak signifikan pada periode Lebaran tahun ini. Salah satu pendorongnya adalah aktivitas silaturahmi virtual menggunakan video call atau video conference.

    "Selama masa work from home dan belajar di rumah masyarakat mulai terbiasa dengan hal baru, salah satunya penggunaan layanan digital untuk menggantikan tatap muka," kata dia.

    Dia juga memastikan, solusi tersebut juga akan banyak dimanfaatkan masyarakat pada Lebaran kali ini dan bahkan, setelah pandemi Covid-19 berakhir, hal itu akan menjadi 'new normal' di tengah masyarakat.

    Ia mengatakan berbeda dengan layanan data untuk layanan percakapan, peningkatan trafik Lebaran diprediksi sekitar lima persen sementara trafik layanan SMS diperkirakan akan relatif stabil, tanpa peningkatan dan penurunan berarti.

    "Dan berdasarkan data trafik lebaran tahun sebelumnya, umumnya kenaikan trafik akan terjadi di kota-kota Bandung, Cirebon, Tegal, Semarang, Surabaya, Madura, Medan, Lampung, Makassar, Banjarmasin, dan Lombok," ujarnya.

    Dia mengatakan kondisi yang berbeda adalah titik-titik lonjakan trafik yang tidak lagi didominasi jalur dan daerah tujuan mudik serta destinasi wisata

    Sementara itu Presiden Direktur and Chief Executive Officer (CEO) PT XL Axiata, Tbk Dian Siswarini, mengatakan untuk mengantisipasi lonjakan trafik tersebut pihaknya sudah melakukan peningkatan kualitas jaringan di seluruh wilayah Indonesia.

    Ia mengatakan XL Axiata telah meningkatkan kapasitas jaringan data hingga mencapai dua kali lipat. "Kami juga akan memanfaatkan Mobile BTS untuk ditempatkan diberbagai rumah sakit rujukan Covid-19, pemukiman, dan lokasi-lokasi strategis lainnya," kata Dian.

    XL Axiata menambahkan untuk membantu penanganan Covid-19, pihaknya telah menyalurkan bantuan dalam bentuk dana sebesar Rp 10 miliar melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    "Dana tersebut kemudian disalurkan ke Dewan Masjid Indonesia (DMI) sebesar Rp 5 miliar dan Palang Merah Indonesia (PMI) sebesar Rp 5 miliar," kata dia.

    Selain itu, XL Axiata menyalurkan bantuan senilai Rp 800 juta dalam bentuk alat pelindung diri (APD), yang disalurkan ke berbagai rumah sakit penanganan Covid-19 di Jakarta dan sekitarnya.

    ANTARA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.