Kata Ahli Linguistik UGM Soal Mudik dan Pulang Kampung versi Jokowi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mobil untuk mudik. dok.TEMPO

    Ilustrasi mobil untuk mudik. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Profesor linguistik dari Universitas Gadjah Mada, I Dewa Putu Wijana, menjelaskan fenomena perbedaan istilah mudik dan pulang kampung yang dilontarkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Putu mengatakan sejatinya kedua istilah itu bersinonim.

    "Tetapi karena faktor kemasyarakatan, kata itu mengalami perubahan makna. Paling tidak menurut persepsi Jokowi," kata Putu kepada Tempo, Kamis, 23 April 2020.

    Putu menerangkan, dalam persepsi Jokowi, pulang kampung memiliki makna lebih umum. Sedangkan mudik adalah pulang kampung dalam waktu singkat yang umumnya dilakukan menjelang Idul Fitri.

    Dari tradisi inilah kedua istilah itu akhirnya mengalami perbedaan makna. "Lebaran berpengaruh pada perubahan bahasa itu," ucapnya.

    Perbedaan istilah antara mudik dan pulang kampung sebelumnya diungkapkan Jokowi dalam wawancara bersama Najwa Shihab yang disiarkan Trans7 pada Rabu, 22 April 2020. Dalam tayangan itu, Jokowi mengatakan mudik merupakan pergerakan orang ke kampung yang dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri. 

    "Kalau yang namanya pulang kampung itu bekerja di Jakarta, tetapi anak-istrinya ada di kampung," kata Jokowi. Dalam acara tersebut, Jokowi mengatakan pulang kampung dilakukan oleh orang-orang yang bekerja di Jakarta namun memutuskan kembali ke kampung karena tak ada pekerjaan.

    Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mudik merupakan kata kerja untuk (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman). Lalu pengertian selanjutnya adalah kata kerja percakapan (v cak) untuk pulang ke kampung halaman. 

    Sedangkan untuk pulang kampung, KBBI menampilkan definisi berupa kembali ke kampung halaman dan mudik. KBBI mencontohkan dengan kalimat "dia -- kampung setelah tidak lagi bekerja di kota."

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.