Mudik Dilarang, PT KAI Tetap Jalankan Kereta Angkutan Barang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melayani calon penumpang yang ingin melakukan pembatalan perjalanan di Stasiun Gambir, Jakarta, Minggu, 22 Maret 2020. Untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberlakukan kebijakan pengembalian pemesanan tiket 100 persen atau full refund, yang akan dilayani sejak 23 Maret untuk keberangkatan sampai dengan 29 Mei 2020. ANTARA

    Karyawan melayani calon penumpang yang ingin melakukan pembatalan perjalanan di Stasiun Gambir, Jakarta, Minggu, 22 Maret 2020. Untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberlakukan kebijakan pengembalian pemesanan tiket 100 persen atau full refund, yang akan dilayani sejak 23 Maret untuk keberangkatan sampai dengan 29 Mei 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Larangan mudik yang diserukan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi ditindaklanjuti oleh PT KAI Daop 1 dengan menghentikan seluruh operasi kereta api penumpang jarak jauh mulai besok, Jumat, 24 April 2020. Larangan mudik ini merupakan salah satu cara pemerintah untuk menghentikan penyebaran virus Corona atau Covid-19. 

    Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa menyatakan, pihaknya tetap menjalankan KA Angkutan Barang secara normal, guna mendukung pasokan logistik dan bahan pangan. 

    "PT KAI juga melakukan penyesuaian operasional penyelenggaraan KA. Di area KAI Daop 1 sendiri, untuk seluruh KA jarak jauh baik itu keberangkatan atau kedatangan, serta KA lokal, seluruhnya akan dibatalkan," ujar Eva, Kamis, 23 April 2020.

    Sebelumnya, KAI Daop 1 telah mengurangi operasional KA jarak jauh dari dan ke Jakarta menjadi hanya dilayani 7 rute per hari selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) wilayah DKI Jakarta.

    Total terdapat 70 perjalanan KA jarak jauh di area Daop 1 Jakarta yang dibatalkan. Dari 70 KA tersebut, 67 KA di antaranya merupakan KA reguler dan 3 KA lainnya merupakan KA tambahan yang dioperasikan pada saat hari kerja serta hari libur.

    KA jarak jauh ini merupakan KA dari Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Jakarta Kota dengan tujuan akhir Bandung, Cirebon, Tegal, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, dan berbagai kota di wilayah lainnya.

    Sementara, untuk perjalanan KA lokal di area Daop 1 Jakarta yang dibatalkan, seluruhnya terdapat 31 perjalanan dengan rincian 6 KA Pangrango (relasi Bogor – Sukabumi PP), 12 KA Lokal Merak (Rangkasbitung-Merak PP), 6 KA Walahar (Tanjung Priuk – Purwakarta PP), 4 KA Jatiluhur (Tanjung Priok – Cikampek PP), dan 3 KA Siliwangi (Sukabumi – Ciranjang).

    Eva menjelaskan, calon penumpang yang sudah memiliki tiket, akan dikembalikan penuh oleh KAI dengan dihubungi oleh Contact Center KAI 121 untuk mendapatkan panduan lebih lanjut. "Selain itu, calon penumpang juga dapat membatalkan tiketnya sendiri melalui aplikasi KAI Access atau datang langsung ke loket stasiun yang sudah ditunjuk," katanya.

    KAI lebih merekomendasikan pembatalan tiket melalui aplikasi, yang dapat dilakukan hingga maksimal 3 jam sebelum jadwal keberangkatan dan uang akan ditransfer paling lambat 45 hari kemudian.

    Adapun, untuk pembatalan di loket stasiun dapat dilakukan di semua stasiun keberangkatan KA jarak jauh dan lokal hingga maksimal 30 hari setelah jadwal keberangkatan dengan menunjukkan kode booking, dan uang akan langsung diganti secara tunai atau melalui transfer.

    Terdapat 8 stasiun yang melayani pembatalan tiket dan buka setiap hari pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Di antaranya Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Bogor Paledang, Stasiun Cikampek, Stasiun Rangkasbitung, Stasiun Serang, Stasiun Bekasi.

    Pembatalan tiket kereta ini untuk sementara ditetapkan hingga 30 April 2020, sambil dilakukan evaluasi mengikuti perkembangan. Jika terdapat perpanjangan waktu maka akan diinformasikan kembali secara resmi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.